Mengenal Asal Usul Tugu Pepadun di Lampung, Ada Daya Tarik Sejarah hingga Suku Asli
Penggunaan burung garuda pada relief ini dipercaya sebagai tunggangan para raja zaman dahulu. Tak heran dalam prosesi begawai, patung burung garuda selalu dihadirkan sebagai pelengkap dalam urut-urutan upacara.
Di saat malam hari di sekeliling tugu terdapat lampu hias yang meneranginya, sehingga pengguna jalan melihat keindahan yang begitu memancar dari Tugu Pepadun.
Sejarah
Kehadiran Tugu Pepadun juga dijadikan sebagai identitas suku bangsa untuk membedakan dengan masyarakat Lampung lain yaitu Saibatin.
Dalam bahasa Lampung, Pepadun memiliki arti berunding yang diperkirakan pertama kali didirikan oleh masyarakat Abung sekitar abad ke-17 di zaman seba Banten.
Pada abad ke-18 adat pepadun berkembang pula di Daerah Way Kanan, Tulang Bawang dan Way Seputih (Pubian). Kemudian pada permulaan abad ke-19 disempurnakan dengan masyarakat kebuayan inti dan kebuayan tambahan sehingga melahirkan Mego Pak Tulang Bawang (Marga Empat Tulang Bawang), Abung Siwo Mego, dan Pubian Telu Suku.