Tur Virtual Digemari Wisatawan, Pramuwisata dan Pengelola Desa Diberi Pelatihan
Untuk tahap I, diberikan bagi pramuwisata dan pengelola desa wisata wilayah Regional II, dengan durasi waktu selama 10 hari untuk masing-masing Batch (4 Batch). Pelatihan untuk tahap I ini berlangsung dari 26 Agustus hingga 25 September 2020.
Dalam pelatihan virtual tour ini, pramuwisata dan pengelola desa wisata dibekali materi terkait teknik dasar memandu secara digital sampai dengan strategi pemasarannya.
Virtual tour ini dianggap sebagai nilai positif yang dapat diambil dari dampak pandemi Covid-19, berupa tambahan sarana berwisata atau promosi destinasi wisata serta sebagai salah satu alternatif bidang pekerjaan.
“Tur Virtual ini sifatnya bukan menggantikan wisatawan untuk berwisata secara langsung, akan tetapi sebagai bentuk diversifikasi dari produk atau sarana yang sudah ada, misalnya untuk mengenalkan dan memberikan gambaran awal bagi wisatawan tentang destinasi yang akan dikunjungi,” kata Wisnu.
Dalam Pelatihan tur virtual ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan Atourin, yaitu perusahaan start up yang memiliki pengalaman dalam bidang travel planner, dan pelatihan virtual tour bagi para pramuwisata.