Wamenparekraf: Membangun Kepercayaan Kunci Percepatan Pemulihan Pariwisata
Webinar Series 3 ini, diikuti lebih dari 900 peserta dan dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun, Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Arif Havas Oegroseno, Duta Besar RI untuk Australia merangkap Republik Vanuatu Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo, Duta Besar RI untuk Republik Demokrasi Rakyat Laos R. P. Pratito Soeharyo, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho.
Pada kesempatan yang sama, Cok Ace menjelaskan, pada 2019 Bali menyumbang 6,3 juta wisman, dengan asal wisman tertinggi secara berurutan adalah Australia, Tiongkok, India, Eropa, dan Amerika.
Diketahui, para wisatawan yang datang ke Bali memiliki minat daya tarik wisata yang beragam, di mana minat terhadap daya tarik wisata budaya sebesar 65 persen, alam 30 persen, dan wisata buatan 5 persen.
Angela kembali menekankan, Bali merupakan salah satu gerbang utama serta ikon dari Pariwisata Indonesia di mata dunia yang turut mengalami dampak dari pandemi Covid-19.
Namun, Wamen termuda ini optimistis sektor pariwisata di Bali akan cepat bangkit mengingat kesungguhan yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Bali dan pemangku kepentingan serta para industri pariwisata untuk bahu-membahu membangkitkan pariwisata Bali.
Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, setiap pemerintah daerah lain juga harus memerhatikan kondisi laju penyebaran Covid-19 di daerahnya dalam pembukaan destinasi wisata.
“Saya optimis Bali akan kembali bangkit, khususnya dalam upaya membangkitkan industri pariwisata Bali. Selain adanya penerapan protokol yang baik oleh para pelaku industri, dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perwakilan Indonesia di luar negeri, media, dan seluruh stakeholder lainnya," katanya.
Editor: Vien Dimyati