Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Cuma Melihat Candi, Prambanan Tawarkan Festival Budaya dan Spiritual di 2027
Advertisement . Scroll to see content

Wellness Tourism Makin Diminati, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:52:00 WIB
Wellness Tourism Makin Diminati, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran
Kemenpar terus mendorong pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran sebagai salah satu program prioritas pariwisata berkualitas. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran sebagai salah satu program prioritas pariwisata berkualitas. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya tren wisata kebugaran di dunia serta besarnya potensi Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan budaya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, tren wellness tourism mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Global Wellness Institute, pengeluaran global untuk wisata kebugaran mencapai 893,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2024.

“Ini angka lama karena yang tahun ini belum keluar, baru akhir November ini akan dikeluarkan untuk angka tahun 2025. Nah, angka 2024 tadi ada menunjukkan peningkatan 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga kita lihat trennya meningkat,” ujar Widiyanti dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat (30/10/2026).

Sementara itu, di kawasan Asia Pasifik, perjalanan wellness tourism tercatat mencapai 562,7 juta perjalanan dengan total pengeluaran sebesar 215 miliar dolar AS.

Menurut Widiyanti, tren tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia. Terlebih, Tanah Air memiliki beragam potensi wisata kebugaran berbasis kearifan lokal dan budaya yang dapat menjadi daya tarik sekaligus pembeda di pasar internasional.

Potensi tersebut antara lain jamu, rempah-rempah, hingga berbagai metode perawatan tradisional yang telah berkembang di masyarakat.

“Menjawab peluang tersebut, Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas,” katanya.

Upaya pengembangan tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai acara, tetapi juga dengan mengembangkan program Wellness Journey Across the Java Wonders. Program ini menghadirkan 10 jalur dan tema perjalanan yang mengangkat potensi wisata kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa.

Selain itu, Kemenpar tengah menyusun direktori wisata kebugaran Indonesia. Pemetaan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat dalam dan luar negeri mengenai produk, destinasi, layanan, serta pelaku industri wellness di Indonesia.

“Dan saat ini kami sedang menyusun directory untuk wisata wellness Indonesia. Pemetaan ini sedang kita buat untuk memberikan informasi kepada masyarakat di dalam negeri dan di luar negeri, apa saja produk-produk, destinasi, layanan, dan pelaku industri wellness yang ada di Indonesia,” ujar Widiyanti.

Kemenpar juga memberikan pendampingan bisnis melalui Wonderful Indonesia Scale Up Hub kepada penyedia paket wisata gastronomi dan kebugaran. Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis sekaligus memperluas akses pasar.

Dari sisi investasi, pemerintah turut mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang berfokus pada sektor kesehatan dan pariwisata. Selain itu, KEK Kura-Kura Bali dengan konsep spiritualitas dan harmoni juga menawarkan peluang pengembangan fasilitas serta layanan wisata kebugaran.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa mengatakan, pemerintah terus mendorong sejumlah destinasi yang memiliki kesiapan industri maupun potensi alam untuk dikembangkan menjadi tujuan wellness tourism.

Dia menyebut Jawa Barat dan Jawa Timur sebagai daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Selain itu, sejumlah destinasi lain juga dapat digali dengan menggabungkan kekayaan alam dan budaya setempat.

“Ketika kita menjual, ketika ini adalah wellness tourism, kita tidak hanya akan bertumpu pada satu titik saja, tapi juga ada destinasi seperti Jogja tadi mengangkat desa-desa wisatanya. Nah mungkin daerah-daerah lain ini yang bisa kita perlu gali. Di Jawa Barat punya hot spring yang cukup bagus, di Jawa Tengah di Guci punya hot spring juga yang cukup bagus, ini juga bisa didorong antara alam, nature, dan culture, culture-nya ada,” kata Rizki.

Rizki menambahkan, Kemenpar akan terus melakukan inventarisasi terhadap industri dan destinasi yang berpotensi dikembangkan menjadi wisata kebugaran.

“Nah ini juga Ibu Menteri udah minta kepada kami untuk terus mendorong menginventarisasi pertama kalinya ini mana saja industri yang bisa kita ajak dan kemudian destinasi seperti apa yang bisa didorong ke arah wellness. Itu kaitannya dengan destinasi,” kata dia.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut