Wisata Perbatasan Aruk, Mengintip Border Termegah di Ujung Indonesia

Di area PLBN Aruk, ada beberapa fasilitas pelayanan yang sudah berjalan setahun, ada beberapa pos terbangun sebelum kendaraan dari arah Indonesia menuju Malaysia masuk. Pos itu terdiri atas pos karantina kesehatan, perikanan, dan pertanian.
Lalu, di dalam gedung PLBN juga terdapat pelayanan bea dan cukai, imigrasi, institusi kesehatan, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Di antara satu dari tujuh pos perbatasan, PLBN Aruk merupakan pos lintas termegah yang dibangun pemerintah melalui Kementerian Pembangunan dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kepala Sub bidang Pengembangan Kawasan PLBN Aruk, Purworto membandingkan struktur bangunan PLBN yang lama dan yang baru. Dulu pada saat pos lintas menghubungkan Kuching, Malaysia-Indonesia ini hanyalah sebatas pos tanpa didukung penunjang fasilitas teknologi. Namun, sekarang teknologi semacam X-ray dan CCTV sudah tersedia.
Kini, PLBN Terpadu Aruk sudah menjalani pembangunan tahap kedua dengan luasan sekitar empat hektare yang ditargetkan selesai akhir Desember 2018. Pada tahap kedua, akan berdiri wisma Indonesia, kios untuk berdagang, tempat ibadah (masjid dan gereja), juga kawasan kuliner. Alokasi dana untuk pembangunan tahap II ini digelontorkan senilai Rp201 miliar dari anggaran negara.
"Mau dibangun 24 kios untuk menjual barang kering dan basah. Barang dagangannya berasal dari kita (Indonesia) dengan tujuan memperkenalkan khas Indonesia dalam tema Wonderful of Indonesia gitu. Jadi, adanya kios pasar untuk memikat warga Malaysia mampir ke kios tersebut, sehingga perekonomian kita mulai terdorong," kata Purworto di kantornya, Kamis 24 Mei 2018.