Wisata Sejarah Paling Ikonik di Jakarta, Ada Vihara Berusia 350 Tahun
Ingin tahu, seperti apa wisata sejarah yang ada di Indonesia? Berikut ulasan yang dirangkum iNews.id, ketika berkunjung ke Kota Tua Jakarta, Senin 15 Januari 2018.
Jembatan Kota Intan

Salah satu objek wisata sejarah yang sering dikunjungi wisatawan adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini dinamakan Jembatan Kota Intan, karena letaknya dekat dengan salah satu Bastion Kastil Batavia bernama Bastion Diamont (intan). Jembatan ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan ini dulu berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC). Saat itu berseberangan dan dibatasi kali besar. Untuk melestarikan keberadaannya, Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya pada 1972.
Menara Syahbandar

Menara Syahbandar merupakan bangunan paling tinggi se-Batavia pada masanya, yakni memiliki tinggi 18 meter, panjang 10 meter, dan lebarnya enam meter. Menara Syahbadar berfungsi mengatur, mengontrol, dan mengawasi kapal-kapal yang berdatangan ke kawasan Sunda Kelapa melalui teropong di masa itu. Menara Syahbandar dijuluki Menara Miring, karena miring ke arah selatan akibat turunnya permukaan tanah. Dari atas menara, Anda dapat melihat kapal-kapal yang berlabuh di Sunda Kelapa, serta melihat pemandangan Kota Jakarta.
Vihara Dharma Bhakti

Vihara Dharma Bhakti berusia 350 tahun. Vihara ini merupakan satu dari tiga vihara tua di Jakarta yang masih berfungsi hingga kini. Vihara ini memiliki nilai sejarah, sehingga menarik wisatawan datang. Di sana, Anda dapat melihat bagaimana etnis Tionghoa menjalankan kegiatan religi. Bangunan Vihara dengan ukiran kayu, jendela bundar yang mengapit pintu utama, ukiran huruf China pada pilar-pilar, patung dewa, gambar naga, dan burung hong menghiasi vihara ini.
Editor: Vien Dimyati