4 Alasan Kurma Cocok untuk Buka Puasa, Bukan Sekadar Sunnah Rasul!
Kandungan serat pada kurma cukup tinggi. Serat ini membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Efek ini sangat bermanfaat agar tubuh tidak langsung 'kaget' menerima makanan berat setelah seharian kosong.
Serat tidak larut dalam kurma juga membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Bahkan, kurma berperan sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Meski rasanya manis, gula dalam kurma tersimpan bersama serat dan antioksidan. Kombinasi ini membantu mengontrol respons gula darah sekaligus mendukung kesehatan jantung.
Karena itulah, kurma bukan hanya identik dengan nuansa religius saat Ramadhan, tetapi juga masuk akal secara medis sebagai menu pembuka puasa.
Jadi, ketika adzan Maghrib berkumandang, menyantap beberapa butir kurma bukan sekadar mengikuti Sunnah Rasul, tetapi juga pilihan cerdas untuk memulihkan energi tubuh secara alami.
Editor: Muhammad Sukardi