Mengenal Malamang, Tradisi Unik Membuat Lemang Ketan Khas Minang
JAKARTA, iNews.id - Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ragam budaya dan kuliner lezat. Salah satunya kuliner dari Tanah Minang, yaitu lemang yang terbuat dari ketan putih.
Lemang dalam tradisi masyarakat, memiliki historis sendiri. Biasanya, lemang dibuat untuk menyambut hari besar Islam seperti Ramadan, Lebaran, dan hari kedua belas Rabi’ul Awal. Lemang juga dibuat sebagai menu pada acara Maulid Nabi dan Idul Adha. Ada pula yang membuatnya di luar hari besar Islam.
Tradisi bernama Malamang ini diperkirakan sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Malamang adalah tradisi membuat lemang, yaitu kudapan dari ketan putih yang dimasak dengan cara dibakar di dalam bambu dan daun pisang. Tradisi ini dapat ditemui hampir di seluruh wilayah Minangkabau, baik di daerah darek (darat) seperti Solok, Bukittinggi, Payakumbuh. Maupun di pesisir pantai, Padang, Pariaman, dan Painan.
Membuat lamang tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh beberapa orang untuk membuatnya. Misalnya, ada yang bertugas untuk mencari bambu sebagai tempat adonan, mencari kayu bakar guna memanggang lamang, mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat lamang seperti beras ketan, santan, dan daun pisang, serta orang yang mempersiapkan adonan dan memasukkan adonan lamang dalam bambu.
Tujuan Malamang memang sebagai sarana berkumpul dan mempererat tali silaturahmi. Biasanya, lamang dibuat dalam jumlah banyak.