Singapura Bersedih, Rumah Makan Nasi Padang Tertua Tutup setelah 78 Tahun Beroperasi
Kabar penutupan Warong Nasi Pariaman setelah bertahan hampir delapan dekade ini pun memicu kesedihan di media sosial. Banyak pelanggan lama yang mengungkapkan punya memori masa kecil dan ikatan keluarga dengan warung tersebut.
Salah satunya pengguna Instagram, @norismilda yang menyesalkan penutupan rumah makan itu. Dia berharap, jika memungkinkan, usaha ini kelak bisa berlanjut dalam bentuk bisnis rumahan.
"Kenangan masa kecil terbaik.... Setiap ayah pulang dari salat Jumat dan membawa pulang Pariaman. Rasanya masih melekat di ingatan. Akan datang lagi sebelum tutup," tulisnya.
Pengguna Instagram lain @adzari, juga mengungkapkan kesedihannya mendengar kabar penutupan rumah makan itu.
"Sedih mendengar kabar yang sangat menyedihkan ini…tempat ini wajib dikunjungi setiap kali kami ke Singapura. Akan sangat merindukan makanannya, terutama para kakak-kakak yang selalu siap menyambut dan melayani kami."
Kesedihan yang sama diungkapkan pengguna Facebook, Wini Hasby Taufiq. "Kami akan merindukanmu. Saya sudah makan di Pariaman sejak lahir. Sekarang jadi makanan favorit anak-anak saya."
Hingga kini, pengelola rumah makan legendaris ini belum mengungkapkan alasan di balik penutupan tersebut. Media setempat masih berupaya mendapatkan keterangan.
Editor: Maria Christina