Wishnutama Simulasi Protokol Kesehatan di Bioskop untuk Sambut New Normal

Vien Dimyati ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 17:54 WIB
Wishnutama Simulasi Protokol Kesehatan di Bioskop untuk Sambut New Normal

Wishnutama simulasi protokol kesehatan (Foto : Youtube)

JAKARTA, iNews.id - Menyambut new normal, protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sudah diresmikan. Setelah beberapa tempat wisata dibuka, kini bioskop di Tanah Air bersiap kembali menghibur masyarakat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengalami ujian yang sangat berat. Pandemi Covid-19 berdampak besar di berbagai macam sektor.

"Tentu segala sesuatu yang melibatkan kerumunan, keramaian, dan lainnya, praktis tidak dapat terselenggara. Salah satunya bioskop yang dihentikan sementara," kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio, saat peluncurkan InDOnesia CARE, SKB, Panduan Pelaksanaan K3 untuk Ekraf, serta simulasi protokol kenormalan baru pada bioskop, di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Menurut Wishnutama, kebijakan Physical Distancing yang dikeluarkan pemerintah, memiliki tantangan. Terutama di beberapa tempat seperti bioskop, konser musik, pameran seni, galeri, museum, pertunjukan seni, proses produksi syuting dan berbagai macam kegiatan yang melibatkan berbagai interaksi sosial dihentikan sementara. Tujuannya untuk mendukung kepentingan yang lebih besar, yaitu kesehatan dan keselamatan.

"Ini berdampak luar biasa, banyak pekerja kreatif terdampak oleh kondisi ini. Kemenparekraf telah melaksanakan beberapa cara untuk memasuki era new normal. Termasuk kegiatan sore ini dengan meluncurkan Indonesia Care. Kepedulian Indonesia terhadap kesehatan, keselamatan, dan kelestarian alam (K3)," katanya.

Dia menambahkan, Indonesia Care merupakan strategi komunikasi Kemenparekraf dalam melaksanakan berbagai macam sektor parekraf dengan menerapkan prinsip K3 bagi pelaku maupun konsumen.

"Ini merupakan komitmen Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia, Indonesia peduli kebaikan bersama dan sepenuh hati peduli dalam menyediakan aspek kebersihan tanpa celah, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung untuk keselamatan bersama," katanya.

Bersama dengan itu, lanjut Wishnutama, Kemenparekraf meluncurkan panduan K3 untuk sektor ekonomi kreatif sekaligus sosialisasi surat keputusan bersama antara Kemenparekraf dengan Kemendikbud tentang panduan teknis pencegahan dan pengendalian Covid-19 di sektor ekonomi kreatif dan juga kebudayaan.

"Protokol kenormalan baru yang terkandung dalam dua hal tersebut harus disimulasikan sebelum mengimplementasikan lebih lanjut. Contohnya, simulasi di bioskop. Kita akan melihat bagaimana protokol kesehatan di bioskop dilaksanakan. Selain itu saya juga akan cek bagaimana protokol kesehatan dalam memproduksi film dan sub sektor lainnya yang akan diperiksa," ujar Wishnutama.

Wishnutama sebelumnya melakukan pengecekan protokol kesehatan di hotel, restoran, dan lainnya. Menurutnya hal ini sangat penting. Dia berharap protokol ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya.

"Dengan upaya ini, akhirnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali bergerak dan produktif, tapi juga aman dari Covid-19," kata dia.

Wishnutama menjelaskan, protokol kesehatan ini harus melibatkan pengusaha, dan konsumen. Termasuk para artis juga saat syuting harus peduli protokol kesehatan.

Ini menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana masyarakat produktif, tapi aman dari Covid-19. Jangan sampai sektor perfilman ini menjadi klaster baru pandemi Covid-19.

"Sebelum bioskop dibuka, maka akan disimulasikan terlebih dahulu. Maka, pada saat dibuka dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pengunjung bioskop juga tahu apa yang akan dilakukan," tutur Wishnutama.

Sementara itu, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra mengatakan, SKB ini menunjukan kepedulian dan kepastian Pemerintah kepada pelaku seni dan dbudaya.

"SKB ini berisi tentang panduan di museum, pertunjukan, galeri seni, dan lainnya. Termasuk bioskop. Tetapi tetap harus sesuai protokol kesehatan dan izin dari daerah," kata Mahendra.

Menurutnya, jika daerah tersebut masih berada di zona merah, tempat-tempat berkesenian tersebut agar tidak dipaksakan untuk dibuka. "Daerah yang masih zona merah tidak dipaksakan untuk dibuka. Juga tidak diadakan syuting saat daerah tersebut masih merah, sampai mendapat izin dari dinas kesehatan daerah dan Kepolisian," katanya

Editor : Vien Dimyati