MNC Group Investor Forum 2022 Hari Pertama menghadirkan pemaparan kinerja dari PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Erajaya Swasembada Tbk, dan PT Sido Muncul Tbk (SIDO). (Foto: dok iNews)
MNC Media

JAKARTA, iNews.id - MNC Sekuritas yang merupakan unit bisnis dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mencatat sekitar 1.000 investor antusias mengikuti hari pertama penyelenggaraan MNC Group Investor Forum 2022, yang dimulai Senin (14/3/2022).  

Tahun ini, MNC Group kembali mempersembahkan konferensi virtual tahunan terbesar untuk kedua kalinya, dengan bertajuk “MNC Group Investor Forum 2022” pada tanggal 14-17 Maret 2022. MNC Sekuritas juga terlibat dalam forum tersebut.

Penyelenggaraan MNC Group Investor Forum 2022 di hari pertama, diawali dengan pemaparan kinerja dan strategi emiten di sektor Banking and Consumer; Economic Proxy. 

Beberapa emiten yang hadir dan memberikan pemaparan kinerja adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk Vera Eve Lim mengungkapkan bahwa BBCA memandang ekonomi pada tahun ini akan terus membaik didukung oleh mobilitas masyarakat yang terus meningkat, sehingga  berdampak baik terhadap sektor perbankan. 

Hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, terutama ditopang oleh permintaan masyarakat kelas menengah yang beranjak pulih. 

"Transaksi digital diperkirakan terus tumbuh bahkan lebih pesat dari tahun sebelumnya. BBCA juga akan tetap menjaga langkah inisiatif ESG bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya." jelas Vera.

Direktur Keuangan & Strategi PT Bank Syariah Indonesia Tbk Ade Cahyo Nugroho memaparkan bahwa bank syariah telah berkembang semakin baik. Saat ini, BRIS telah menjadi salah satu bank syariah terdepan dengan profil nasional yang kuat. Ade meyakini, BRIS dapat menjadi alternatif solusi bagi masyarakat Indonesia terutama terkait dengan sistem perbankan di Indonesia. 

“Aset kami saat ini sebesar Rp265 triliun dan menempatkan BSI sebagai bank peringkat ke 7 di Indonesia. Kami juga memiliki lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan basis nasabah mencapai lebih dari 16 juta nasabah. Kami berharap BRIS dapat menjadi Top 10 Global Sharia Bank pada tahun 2025, terutama dengan adanya potensi masyarakat Indonesia yang didominasi oleh pemeluk agama Islam,” tutur Ade.

VP Investor Relations PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Yudha Pradipta mengutarakan bahwa menguatnya harga komoditas beberapa waktu terakhir, semakin memperkuat berlanjutnya momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi nasional. Maka BNI memperkirakan kredit dapat tumbuh high single digit di tahun ini, lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 5,3 persen.

“Pada tahun 2022, mengoptimalkan keunggulan kompetitif dalam hal biaya dana (cost of fund) yang efisien, BBNI menargetkan untuk melakukan ekspansi bisnis yang lebih agresif kepada pelaku industri utama di sektor-sektor ekonomi unggulan. Selain itu, kami juga berencana untuk mengakuisisi Bank Mayora untuk ditransformasi menjadi bank digital kami. Dengan demikian, kami akan memiliki proposisi digital yang semakin lengkap untuk ditawarkan kepada nasabah,” kata Yudha.

Chief Strategy Officer PT Erajaya Swasembada Tbk Jeremy Sim menjelaskan, ERAA berhasil meraih penghargaan dengan kategori Top 100 Companies in Indonesia pada tahun 2021 menurut Fortune Indonesia dan Top 50 Companies in Indonesia pada tahun 2021 oleh Forbes Indonesia. Pencapaian ini berhasil membuat ERAA menjadi retailer dan distributor untuk telepon genggam dan bisnis telekomunikasi yang terdepan di Indonesia.

“Kami akan mengembangkan ekspansi bisnis pada bidang lain seperti lifestyle, kesehatan dan makanan serta minuman. Kami berhasil meraih sales per 9M21, net sales hingga mencapai Rp31,2 triliun, net profit Rp719,2 miliar dengan total aset mencapai Rp11,1 triliun,” ungkap Jeremy.

Sedangkan Chief Financial Officer PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Leonard mengungkapkan SIDO telah menunjukkan performa yang sangat baik dalam 4 tahun terakhir. Bukan hanya itu, selama masa pandemi COVID-19 ini, salah satu produk andalan SIDO yaitu Tolak Angin masih tetap berkembang di pasar sekali pun terdapat berbagai kebijakan mobilitas dari pemerintah.

“SIDO memiliki strategi pengembangan di tahun 2022, di antaranya adalah peluncuran sejumlah produk baru serta target baru untuk bisnis internasional. Kami menargetkan 5-7 persen consolidated sales akan berasal dari bisnis internasional. Kami akan terus mempertahankan performa yang baik ini di masa yang akan datang,” tutup Leonard.

Lebih dari seribu investor telah memeriahkan acara di hari pertama MNC Group Investor Forum 2022. Hari kedua besok akan dihadiri oleh sejumlah pimpinan perusahaan antara lain: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), PT MNC Studios International Tbk (MSIN), dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP). 

Raih pula kesempatan untuk memenangkan doorprize senilai total Rp75 juta pada puncak acara Macro Day di hari Kamis (17/03/2022)! Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut: www.mncinvestorforum.com

Nikmati layanan investasi saham dan reksa dana dari #MNCSekuritas dengan segera mengunduh aplikasi MotionTrade dan jelajahi seamless experience. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple AppStore dengan link unduh onelink.to/motiontrade. MNC Sekuritas, Invest with The Best!


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT