11 Tahun Menanti, Ekspor Serat Stapelviscose ke India Akhirnya Bebas Bea Masuk Anti Dumping

Advenia Elisabeth
Menteri Perdagangan M Lutfi (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsIndia resmi menghentikan bea masuk anti dumping (BMAD) impor produk serat stapelviscose (viscose staple fiber/VSF) dari Indonesia. Hal itu, tertuang dalam keputusan DGTR Nomor 7/03/2021 pada 31 Juli 2021.

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, sebelumnya pengenaan BMAD produk VSF Indonesia di India telah berlangsung sejak 26 Juli 2010 dengan besaran antara 0,103 dolar Amerika Serikat (AS) per kg sampai 0,512 dolar AS/kg. 

“Setelah 11 tahun, akhirnya Indonesia berhasil melepaskan diri dari pengenaan BMAD produk VSF oleh otoritas India. Sebab, setelah dilakukan sunset review, tidak ditemukan dasar yang cukup kuat bagi DGTR untuk melanjutkan pengenaan BMAD kepada produk VSF Indonesia,” ujar Mendag Lutfi, dalam keterangannya, Jumat (6/8/2021).

Dia mengungkapkan, penghentian pengenaan BMAD produk VSF Indonesia sangat menggembirakan. Hal ini dikarenakan India merupakan salah satu pasar produk VSF yang cukup menjanjikan.

Pada 2020, lanjutnya, India merupakan pasar impor terbesar ke-7 dunia dengan nilai impor sebesar 86,27 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau 4,1 persen dari total perdagangan VSF dunia. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 hari lalu

Duh! Uang Kertas Senilai Rp222 Juta Ditabung 9 Tahun Rusak Digerogoti Tikus

4 hari lalu

Kaget! Pengemis Meninggal Dunia Tinggalkan Uang Ratusan Juta, Disumbang ke Masjid

4 hari lalu

Rekor! Kumpulan Catatan Mahatma Gandhi Terjual Rp30 Miliar dalam Lelang

5 hari lalu

RI Gandeng Lembaga Konservasi India Bangun 10 Rumah Sakit Bergerak untuk Satwa Liar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal