Akuisisi Freeport Disebut Goblok, Begini Testimoni Sri Mulyani

Rahmat Fiansyah
Suasana negosiasi pemerintah Indonesia dengan Freeport McMoran. Tampak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua dari kiri), Menteri ESDM Ignasius Jonan (ketiga dari kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan), Menteri LHK Siti Nurabaya (kiri), CE

JAKARTA, iNews.id - Aksi pemerintah mengakuisisi mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi polemik. Topik tersebut mendapat tanggapan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani mengatakan, Freeport McMoRan (FCX) selaku induk PTFI memegang kontrak karya (KK) di tambang Papua sejak 1967 yang diperbaharui pada 1991. Dalam KK itu, setelah kontrak PTFI habis 2021, maka pemerintah Indonesia harus memperpanjang hingga 2041 dan tidak bisa menghentikan kontrak tanpa alasan yang wajar.

"Dengan berbekal KK tersebut, FCX bahkan sejak 7 tahun lalu sudah meminta proses pembahasan untuk mendapatkan persetujuan perpanjangan KK hingga 2041," kata Sri Mulyani lewat akun Facebook-nya, Kamis (27/12/2018).

Dalam UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba, semua kontrak karya pertambangan harus diubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin, ada tekanan untuk mengubah KK PTFI menjadi IUPK sesuai ketentuan UU meski berakhir tanpa kesepakatan.

"Tugas ini dipikul oleh Presiden Jokowi semenjak terpilih sebagai Presiden tahun 2014. Presiden Jokowi menugaskan para menteri melakukan negosiasi kontrak Freeport," kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

Purbaya Tarik Dana Rp75 Triliun dari Bank, Kenapa?

Nasional
17 hari lalu

Satgas PKH Kembalikan 4 Juta Hektare Kawasan Hutan Sawit dan Konservasi ke Negara

Nasional
25 hari lalu

Prabowo bakal Berikan 10 Persen Saham Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua

Nasional
1 bulan lalu

Respons Dirjen Djaka Budi soal Ancaman Pembekuan Bea Cukai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal