Kontrak Freeport Habis 2021 Kok Indonesia Bayar? Ini Penjelasan Inalum

Rully Ramli
Tambang Grasberg, Papua. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Keputusan pemerintah menguasai mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) dikritik sejumlah kalangan. Sebagian pendapat menyebut, pemerintah membayar sesuatu yang sebenarnya milik Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga PT Inalum (Persero), Rendi Witular mengatakan, langkah perseroan membeli saham PTFI tidak seperti membeli "barang sendiri."

"Sangat disayangkan beberapa pengamat tidak membaca data dan Kontrak Karya (KK) PTFI sebelumnya namun berani membuat analisa bodong dan menyesatkan publik seolah-olah kita membeli tanah air kita sendiri," kata Rendi, Senin (24/12/2018).

Pada akhir pekan lalu, pemerintah Indonesia melalui Inalum resmi menguasai saham mayoritas PTFI. Porsi saham Inalum di anak usaha Freeport McMoRan naik dari 9,36 persen menjadi 51 persen.

Inalum harus merogoh kocek 3,85 miliar dolar AS atau setara Rp55 triliun untuk menjadi pengendali PTFI menggantikan Freeport McMoRan. PTFI diketahui mengelola tambang Grasberg di Papua dengan kekayaan emas, perunggu dan perak sebesar Rp2,400 triliun hingga 2041.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
26 hari lalu

Prabowo bakal Berikan 10 Persen Saham Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua

Nasional
2 bulan lalu

Freeport Indonesia Targetkan Tambang Grasberg Beroperasi Penuh Tahun Depan usai Longsor

Nasional
2 bulan lalu

Inalum Kantongi Rp8,03 Triliun dari Danantara untuk Garap Proyek Smelter Mempawah  

Bisnis
3 bulan lalu

Profil Tony Wenas, Jejak Karier Bos Freeport Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal