Anggota DPR Kritik Proyek IKN juga Bikin Masyarakat Boros

Aditya Pratama
Ibu Kota Nusantara (dok. Otorita IKN)

JAKARTA, iNews.id - Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono menyebut, proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) perlu dievaluasi ulang. Pasalnya, IKN turut membuat boros masyarakat.

"Pembangunan IKN ini membutuhkan evaluasi ulang, walaupun selama ini sudah digelontorkan anggaran yang cukup besar di era pemerintahan sebelumnya," kata Bambang, Jumat (14/2/2025).

Menurutnya, ASN dan pekerja swasta lainnya akan boros uang jika harus bolak-balik dari IKN ke daerah asalnya. Belum lagi terbatasnya moda transportasi menuju IKN.

"Mayoritas masyarakat yang akan ke ibu kota (Jakarta) bisa menggunakan moda darat. Bayangkan jika flow pergerakan masyarakat itu berpindah ke IKN, hanya dengan dua moda saja yang bisa melayani, yaitu moda laut dan moda udara. Kita tahu sendiri, kalau kedua moda itu jumlahnya terbatas. Bisa dibayangkan padatnya para penumpang yang akan mengantre nanti," ujarnya.

Dia mencontohkan, bila yang bergerak ke IKN adalah 1 juta orang per hari dan menggunakan moda udara dengan tarif Rp1,5 juta, maka biayanya adalah Rp1,5 triliun. 

"Ini kan nilai yang sangat besar. Kita kan mendorong efisiensi anggaran. Bukan hanya di pemerintah saja, tapi juga di masyarakat," kata dia.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Buletin
14 jam lalu

Warga Israel Panik Ada Serangan Rudal Iran, Ketuk Rumah Menteri tapi Pintu Tak Dibuka

Buletin
2 hari lalu

Panas! Amsal Sitepu Bongkar Dugaan Intimidasi Pakai Brownies, Begini Respons Jaksa

Buletin
2 hari lalu

Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim terkait Penipuan PT DSI Rp2,4 Triliun

Buletin
2 hari lalu

Detik-Detik Gempa M7,6 Guncang Bitung, Warga Panik Berhamburan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal