Angola Keluar dari OPEC setelah Protes Kebijakan Pemangkasan Produksi

Aditya Pratama
Angola akan meninggalkan OPEC menyusul protes terhadap keputusan OPEC+ untuk memangkas kuota produksinya pada tahun 2024. (Foto: Reuters)

Negara ini telah berjuang untuk membalikkan penurunan produksi sejak mencapai puncaknya sebesar 2 juta barel per hari pada tahun 2008 dan memperkirakan akan mempertahankan produksi saat ini hingga tahun 2024.

Bagi Angola, minyak dan gas menyumbang sekitar 90 persen dari total ekspor. Ketergantungan berlebihan ini coba dikurangi oleh pemerintah setelah pandemi Covid-19 dan penurunan harga bahan bakar global memberikan dampak buruk terhadap perekonomian negara tersebut.

Beberapa perusahaan minyak besar dan independen beroperasi di negara Afrika bagian selatan, termasuk TotalEnergies, Chevron, ExxonMobil, dan Azule Energy.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Minyak Dunia Melonjak Lagi, Ini Dampaknya terhadap Harga BBM

2 hari lalu

Prabowo Instruksikan Bahlil Atasi Pemadaman Listrik dan Jaga Harga BBM Tetap Stabil

9 hari lalu

Harga Minyak Dunia Merosot usai AS Hentikan Serangan ke Iran

13 hari lalu

Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal