Apa yang Terjadi pada Ekonomi Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban?

Aditya Pratama
Afghanistan dikuasai Taliban, bagaimana dengan ekonominya negara tersebut? Foto: Reuters

WASHINGTON, iNews.id - Afghanistan dijadwalkan menerima Hak Penarikan Khusus (SDR) dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin (23/8/2021) senilai hampir setengah miliar dolar Amerika Serikat (AS). Namun IMF memblokirnya lantaran negara tersebut kini dikuasai Taliban

Juru bicara IMF Gerry Rice mengatakan, IMF dipandu oleh pandangan masyarakat internasional terkait dengan persetujuan pencairan SDR. Melihat situasi saat ini, maka IMF menangguhkan pinjaman tersebut. 

"Saat ini ada ketidakjelasan dalam komunitas internasional mengenai pengakuan pemerintah di Afghanistan, sebagai akibatnya negara tersebut tidak dapat mengakses Hak Penarikan Khusus (SDR) atau sumber daya IMF lainnya," katanya, dikutip dari Aljazeera, Minggu (22/8/2021). 

Pada awal pekan ini, sebanyak 18 anggota Kongres AS mendesak Menteri Keuangan Janet Yellen untuk memastikan SDR untuk Afghansitan diblokir lantaran pemerintahan Afghanistan sudah diambil alih Taliban. Ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga aset Afghanistan tidak dikuasai Taliban.

Sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan, menurut Bank Dunia, ekonomi Afghanistan dibentuk dari kerapuhan dan ketergantuangan bantuan, di mana 75 persen belanja publik didanai dari hibah. Dalam Kongres Afghanistan 2020, bantuan tersebut berkurang sekitar 20 persen dari jumlah yang diberikan pada 2016-2020 setelah sejumlah donor utama hanya menjanji bantuan satu tahun di masa depan.  

Dengan Taliban yang berkuasa, maka berpotensi mengurangi bantuan asing yang diandalkan negara itu, termasuk dalam bentuk SDR. 

Adapun aset yang dimiliki Afghanistan, menurut bank sentral Afghanistan Da Afghanistan Bank (DAB) sebesar 10 miliar dolar AS untuk periode yang berakhir 21 Juni 2021, termasuk 1,3 miliar dolar AS dalam bentuk emas dan 366 miliar dolar AS dalam cadangan kas mata uang asing. 

Namun sebagian aset tersebut disimpan di luar negeri, termasuk di AS. Menurut laporan auditor independen, Afghanistan memiliki emas senilai 1,3 miliar dolar AS yang disimpan di Federal Reserve Bank of New York pada akhir 2020.

Gubernur DAB Ajmal Ahmady menulis di akun Twitter-nya,  aset utama Afghanistan sebesar 7 miliar dolar AS disimpan di Federal Reserve AS, termasuk 1,2 miliar AS dalam bentuk emas.

Saat ini aset tersebut dibekukan. AS mengonfirmasi telah membekukan aset senilai 9,5 miliar dolar AS yang dimiliki DAB di rekening Federal Reserve dan lembaga keuangan Amerika lainnya untuk mencegah Taliban mengaksesnya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

AHY Ungkap 5 Kekuatan Ekonomi Baru RI, Apa Saja?

Nasional
14 jam lalu

SBY Tegaskan Dukung Penuh Presiden Prabowo, Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru

Nasional
4 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 Tembus 5,39 Persen, Tertinggi sejak Pandemi

Nasional
4 hari lalu

Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi 2025 Meleset dari Perkiraan: tapi Lumayan 5,11 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal