AS Resesi, Ini 3 Dampak Bagi Perekonomian Indonesia

Viola Triamanda
Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira (kiri) dan Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah. (Foto: dok iNews)

"Aset seperti dollar AS akan di incar sebagai safe haven dan ini akan memukul stabilitas kurs rupiah," ungkap Bhima. 

Dampak ketiga adalah inflasi yang tinggi di AS akan direspon oleh The Fed dengan kenaikan tingkat suku bunga yang tajam sehingga berdampak pada semakin cepatnya BI menyesuaikan tingkat suku bunga acuan. 

"Cost of fund pelaku usaha dan masyarakat umum dalam melakukan pinjaman akan naik dan hambat ekspansi usaha. Ini bisa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 dan 2023 kedepan," tutur Bhima.

Sementara itu, Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah, mengatakan bahwa dampak utama dari resesi AS ini adalah menurunnya demand dari yang kemudian bisa menahan bahkan menurunkan harga komoditas di pasar global.

"Meskipun saya perkirakan tdk sampai membuat harga komoditas jatuh karena saat ini tingginya harga komoditas salah satunya disebabkan oleh kelangkaan supply sebagai dampak dari perang ukraina, jadi jika harga komoditas turun, itu bisa berpengaruh pada ekspor indonesia yg didominasi oleh ekspor komoditas," kata Piter. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Neraca Dagang RI Surplus 5,55 Miliar Dolar AS di Kuartal I 2026, Rekor 71 Bulan Beruntun  

Nasional
7 hari lalu

KSPSI Sarankan Kenaikan Iuran BPJS Ditunda: Daya Beli Pekerja Belum Pulih

Nasional
21 hari lalu

Dunia Akui Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Timur Tengah

Makro
1 bulan lalu

Neraca Dagang RI Surplus 70 Bulan Beruntun, Tembus 2,23 Miliar Dolar AS di Februari 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal