Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.061 Triliun per Maret 2026

Anggie Ariesta
OJK mencatat total aset perbankan syariah Rp1.061 triliun per Maret 2026. (Foto: ist)

Kontribusi sektor ini terhadap penguatan sektor riil tercermin dari rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) yang terus mendaki hingga menyentuh 87,65 persen. 

Di sisi lain, risiko pembiayaan tetap terkendali dengan sangat baik, di mana rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross berada di level 2,28 persen dan NPF Net yang sangat sehat di angka 0,87 persen.

Sebagai bagian dari implementasi pilar pertama RP3SI terkait penguatan struktur, OJK mencatat saat ini sudah ada tiga bank syariah berskala besar yang menempati posisi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3. 

Struktur industri ini diproyeksikan semakin kokoh tahun ini seiring dengan target rampungnya satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off.

Selain di kelas bank umum, konsolidasi juga gencar dilakukan pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah. OJK tengah mengawal proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah yang ditargetkan mengerucut menjadi 9 BPR Syariah yang lebih efisien dan berdaya saing tinggi.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OJK Jamin Pasar Modal Indonesia Tak Akan Turun Kasta di MSCI

57 tahun lalu

OJK Minta BEI Rutin Gelar Rapat dengan MSCI demi Cegah Downgrade Pasar Modal RI

57 tahun lalu

MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, OJK: Momentum Lanjutkan Reformasi Pasar Modal

57 tahun lalu

Ramai Kabar Dana SAL Pemerintah Mau Ditarik dari Himbara, OJK Minta Skema Transisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal