Banding Ditolak Pengadilan, TikTok Terancam Diblokir di AS

Aditya Pratama
Aplikasi video pendek, TikTok terancam diblokir di Amerika Serikat (AS) setelah Pengadilan Banding AS untuk Distrik Columbia menolak permohonan banding. (Foto: AP)

COLUMBIA, iNews.id - Aplikasi video pendek, TikTok terancam diblokir di Amerika Serikat (AS) setelah Pengadilan Banding AS untuk Distrik Columbia menolak permohonan banding pada hari Jumat (13/12/2024). Dengan begitu, jalan terakhir yang bisa ditempuh perusahaan asal China tersebut melalui permohonan di Mahkamah Agung (MA).

Melansir CNN Business, MA dapat membuat keputusan cepat atas kasus tersebut. Baik TikTok maupun pemerintah federal AS sebelumnya meminta pengadilan banding untuk mempercepat putusannya, sehingga kasus tersebut dapat diajukan banding sebelum larangan operasi berlaku pada 19 Januari 2025.

“Mahkamah Agung memiliki catatan sejarah dalam melindungi hak warga Amerika untuk berbicara bebas, dan kami berharap mereka akan melakukan hal itu pada masalah konstitusional yang penting ini,” ucap Juru Bicara TikTok Michael Hughes dalam keterangannya dikutip, Senin (16/12/2024).

Pada bulan April 2024, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang mengharuskan TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance, untuk menjual saham ke perusahaan non-China. Putusan terbaru ini menyusul keputusan minggu lalu oleh pengadilan banding yang sama untuk menegakkan hukum tersebut, dengan alasan masalah keamanan nasional.

Pemerintahan Biden juga mendesak pengadilan banding untuk tidak mengeluarkan pemblokiran sementara atas hukum tersebut, dengan alasan bahwa hal itu dapat membuat perusahaan menunggu selama berbulan-bulan untuk mengajukan banding atas kasus tersebut ke MA, yang secara efektif menghentikan hukum tersebut tanpa batas waktu.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Pesawat Air France Rute Paris-Detroit Dilarang Masuk AS, Ada Apa?

Internasional
13 jam lalu

Gugus Tempur Kapal Induk AS USS Nimitz Tiba di Karibia, Siap Serang Kuba?

Internasional
14 jam lalu

Terungkap! Trump Tunda Serang Iran karena Pelaksanaan Haji

Internasional
15 jam lalu

Iran Siapkan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel: Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Internasional
1 hari lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal