Bank Dunia perkirakan kerusakan fisik Ukraina akibat perang capai Rp859 triliun. Foto: Reuters
Anggie Ariesta

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur di Ukraina akibat invasi Rusia mencapai sekitar 60 miliar dolar AS atau setara Rp859 triliun. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena perang masih berlangsung hingga saat ini. 

"Tentu saja perang masih berlangsung, sehingga biayanya meningkat," kata dia dalam konferensi Bank Dunia, dikutip dari Reuters, Minggu (24//4/2022). 

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, Rusia harus menanggung sebagian dari biaya pembangunan kembali Ukraina.

"Jelas bahwa biaya pembangunan kembali di Ukraina akan sangat besar. (Melihat) ke Rusia dengan satu atau lain cara untuk membantu menyediakan sebagian dari apa yang diperlukan untuk membangun Ukraina adalah sesuatu yang saya pikir harus kita kejar," tutur Yellen.

Namun dia memperingatkan, menggunakan cadangan bank sentral Rusia yang disita Amerika Serikat untuk membangun kembali Ukraina akan menjadi langkah signifikan yang memerlukan diskusi dan kesepakatan dengan mitra internasional.

"Itu salah satu yang Anda perlu hati-hati memikirkan konsekuensinya," ujarnya.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengungkapkan, produk domestik bruto (PDB) Ukraina bisa turun 30-50 persen, dengan kerugian langsung dan tidak langsung mencapai 560 miliar dolar AS sejauh ini. Menurut data Bank Dunia, jumlah itu lebih dari tiga kali ekonomi Ukraina sebesar 155,5 miliar dolar AS pada 2020.

"Jika kita tidak menghentikan perang ini bersama-sama, kerugian akan meningkat secara dramatis," kata Shmyhal. 

Dia menambahkan, Ukraina akan membutuhkan rencana pembangunan kembali yang serupa dengan Rencana Marshall pasca-Perang Dunia II yang membantu membangun kembali Eropa yang dilanda perang.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT