Rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,3 persen, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali pada level 1,7 persen.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2 persen YoY mencapai Rp1.249 triliun, dengan dana murah (CASA) mendominasi sebesar Rp1.045 triliun. Transformasi digital juga memperlihatkan hasil nyata dengan total frekuensi transaksi mencapai 42 miliar kali sepanjang tahun 2025, atau naik 17 persen YoY.
Hendra menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi myBCA terus menjadi prioritas dengan penambahan fitur-fitur mutakhir, termasuk integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Kombinasi antara efisiensi yang tercermin dari perbaikan cost to income ratio (CIR) serta pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,1 persen YoY menjadi pondasi kokoh bagi laba bersih BCA untuk terus tumbuh di masa depan.