Pergerakan pasar yang sempat sideways, kata Iman, perlahan berubah menjadi tren penguatan. IHSG tercatat menyentuh level 7.176 pada 26 Mei 2025.
“IHSG naik hampir 1.200 poin dari titik terendahnya pada periode pasca-tarif,” ucapnya.
Iman menyebut pemulihan ini menunjukkan bahwa faktor fundamental pasar yang kuat mampu menjaga indeks dari tekanan eksternal.
Dia juga menekankan krisis akibat tensi dagang global memberikan pelajaran penting bagi pasar modal nasional. Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu pasar dengan laju pemulihan tercepat, baik secara regional maupun global.
Bursa saham di Indonesia berhasil menempati posisi kedua sebagai pasar dengan rebound tercepat di ASEAN, dan posisi kelima secara global.