Belum Rampung, Ternyata Proyek KCJB Sudah Berkontribusi Rp5,34 Triliun untuk Penerimaan Negara

Michelle Natalia
Penampakan satu dari dua terowongan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang belum rampung, ternyata sudah berkontribusi pada penerimaan negara

Presiden Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, menyebutkan kontribusi KCJB untuk penerimaan negara sampai 31 Desember 2021 mencapai Rp5,34 triliun. 

Detailnya, Rp3,73 triliun berupa Penerimaan Negara dari Pajak seperti setoran kewajiban pajak, dan sisanya berupa penerimaan Negara Bukan Pajak  pembayaran penggantian PBB rumija Rp 16,9 miliar, pembayaran sewa BMN untuk stasiun Halim sampai 50 tahun ke depan sebesar Rp 1,16 triliun, pembayaran sewa rumija tol trase KCJB Rp 436,8 miliar.

Dia mengungkapkan, kontribusi lain dari KCJB adalah adanya pertumbuhan ekonomi negara seperti yang tertuang dalam pre-assessment Tahun 2018-2019 yang dilakukan oleh Sucofindo sebagai Assessor. 

"Pertumbuhan ekonomi tersebut bersumber dari aktivitas local purchase yang mencapai 69,70 persen dari seluruh total belanja pengadaan yang dilakukan dalam proyek KCJB," kata Dwiyana, di Jakarta, Jumat (11/2/2022). 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
16 hari lalu

Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran Pajak di Industri Baja dan Bahan Bangunan Tembus Rp10 Triliun

2 bulan lalu

Bea Cukai Bongkar Peredaran 19.142 Botol Miras Ilegal Senilai Rp12,55 Miliar di Bali

2 bulan lalu

APBN Semester I 2026 Defisit, Purbaya Tegaskan Fiskal Tetap Terjaga

2 bulan lalu

Prabowo: Kita Butuh Uang untuk Layanan Kesehatan Terbaik hingga Bayar Gaji Guru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal