Belum Rampung, Ternyata Proyek KCJB Sudah Berkontribusi Rp5,34 Triliun untuk Penerimaan Negara

Michelle Natalia
Penampakan satu dari dua terowongan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. (Foto: Istimewa)

Proyek KCJB, lanjutnya, juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi warga terdampak lewat realisasi pengadaan lahan sebesar Rp15 triliun yang dibayarkan langsung pada warga dengan harga yang sesuai undang-undang terkait. 

"Belum lagi, serapan tenaga lokal untuk proyek KCJB yang mencapai 13.477 orang," ungkap Dwiyana.

Terkait dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan pemeerintah, Dwiyana menjelaskan, hal itu merupakan solusi yang diberikan negara berupa suntikan modal pada BUMN sponsor KCJB.

Proyek KCJB, lanjutnya, 75 persen dibiayai lewat pinjaman dari CDB, 25 persen dari ekuitas. Biaya tersebut melalui konsorsium PSBI (4 BUMN) sebesar 60 persen, dan BUMN China 40 persen. 

Akibat adanya pandemi Covid-19, 4 BUMN sponsor Indonesia sampai dengan bulan April 2021 belum bisa melakukan setoran modal secara penuh sehingga pemerintah memutuskan untuk menyuntikan PMN kepada PT KAI yang kini menggantikan WIKA sebagai leading sponsor. Pada 31 Desember 2021, PT KAI telah melakukan setoran modal kepada KCIC lewat PT PSBI selaku konsorsium BUMN Indonesia untuk proyek KCJB. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

DJP Ungkap Penerimaan Pajak Naik 30,2 Persen per Februari 2026, Sentuh Rp244 Triliun

Nasional
18 hari lalu

Purbaya Lapor APBN Defisit Rp54,6 Triliun per Januari 2026

Makro
3 bulan lalu

Kanwil DJP WPB Optimalisasi Penagihan, Berhasil Amankan Penerimaan Negara Rp4,12 Triliun

Makro
3 bulan lalu

Penerimaan Pajak Digital Tembus Rp43,75 Triliun hingga Oktober 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal