Beras Impor Asal Kamboja Tiba di RI, Partai Perindo Minta Bansos Daerah Rawan Pangan Ditambah

Dimas Choirul
Ilustrasi impor beras dari Kamboja masuk RI. Perindo meminta bansos ditambah untuk daerah rawan pangan (antara)

Pasalnya, selama 11 tahun tidak ada yang bisa mengeksekusi MoU (Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman) itu dan tidak satu butir pun beras masuk. Hari ini  beras dari Kamboja bisa masuk dan berasnya sangat baik.

"Partai Perindo tentu mendukung langkah Presiden Jokowi untuk pengadaan beras dari Kamboja. Tetapi kami juga meminta Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional untuk secara reguler turun ke lapangan dan lakukan operasi pasar agar harga beras turun," tutur Yerry.

Yerry-- yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini -- juga meminta pemerintah menambah bantuan sosial pangan berupa beras ke daerah-daerah yang paling terdampak kekeringan dan menderita kekurangan pangan.

"Kami minta Pemerintah untuk menambah bantuan sosial pangan berupa beras ke daerah-daerah seperti Papua Pegunungan, Papua, Papua Barat, dan NTT. Daerah-daerah itu yang paling kekurangan pangan dan paling menderita karena kemarau panjang," kata Yerry.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
16 hari lalu

Bantuan Beras 1 Juta Ton Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih, Ini Cara Ambilnya

21 hari lalu

Kemenkeu Siapkan Pembayaran Pensiun dan Bansos Langsung dari Kas Negara Mulai 2027

24 hari lalu

Pemerintah Tambah 997 Ribu Ton Beras Lagi, Bantuan Pangan Tembus 2,6 Juta Ton hingga Akhir Tahun 

29 hari lalu

Mendagri Tegaskan Registrasi Bansos Digital Gratis, Lapor jika Dipungut Biaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal