Berkas Lengkap, Kasus Dugaan Kartel Tiket Garuda dan Lion Air Masuk Persidangan

Isna Rifka Sri Rahayu
Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Guntur Syahputra Saragih. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

Dengan demikian, di antara rangkaian kasus maskapai penerbangan nasional, kasus kartel tiket pesawat merupakan yang pertama yang masuk babak persidangan.

KPPU melihat hubungan antara rangkap jabatan dengan kartel tiket pesawat. Untuk itu, KPPU berupaya mengurainya dengan menginvestigasi dua hal tersebut satu per satu.

"Di antara seri kasus maskapai, tiket yang pertama masuk persidangan," kata dia.

Menurut Guntur, kartel tiket pesawat tidak akan terjadi jika Sriwijaya dan AirAsia tidak ikut menaikkan tarif tiketnya. Pasalnya, meski Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group menaikkan tarif tiketnya, masyarakat masih bisa memilih kedua maskapai lainnya.

Namun, Garuda melalui Kerja Sama Operasional (KSO) antara Citilink dan Sriwijaya "menyusupkan" tiga pejabat tingginya menjadi komisaris utama dan komisaris di Sriwijaya. Padahal seharusnya, dalam KSO hal ini tidak diperbolehkan.

Kemudian, kedua grup maskapai yang menguasai hampir 96 persen pasar tersebut diduga memboikot AirAsia sebagai maskapai tersisa. Pemboikotan dilakukan melalui online travel agent (OTA) dengan tidak menjual tiket AirAsia di situsnya.

Menurut dia, permasalahan ini merupakan perkara industri terbanyak sepanjang sejarah KPPU karena menyangkut banyak perkara yang saling berkaitan. Oleh karenanya, KPPU mengerahkan cukup banyak sumber daya untuk mengusut kasus ini satu per satu.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Satgas Pangan Endus Indikasi Kartel di Balik Harga TBS Sawit Anjlok

3 bulan lalu

Prabowo Mendadak Panggil Dirut Garuda ke Istana, Ada Apa?

4 bulan lalu

Garuda Indonesia Resmi Naikkan Harga Tiket Pesawat!

4 bulan lalu

Prabowo Instruksikan Garuda dan Saudi Airlines Buat Perusahaan Patungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal