Bisnis Barang Tak Biasa Ini Nilainya Sentuh Rp9.245 Triliun, Apa Itu?

Aditya Pratama
Di dalam gudang Liquidity Service seluas 130.000 kaki persegi di Garland, Texas, Amerika Serikat (AS) dipenuhi dengan barang dagangan yang tidak biasa. (foto: Ilustrasi/Pixabay)

Liquidity Service tetap menjadi satu-satunya likuidator utama yang diperdagangkan secara publik. Pemain besar lainnya adalah B-Stock Solutions, yang menjalankan pasar likuidasi bermerek untuk klien besar seperti Amazon, Walmart, Home Depot, dan Costco. 

Liquidity Service menjual barang yang dikembalikan di berbagai pasar. Ada Liquidation.com di mana palet pengembalian dan beberapa item individual dilelang ke penawar tertinggi, Secondipity untuk penjualan langsung item individual, dan GovDeals untuk beberapa item yang sangat tidak biasa.

Liquidity Service juga menangani surat dan paket yang tidak diklaim untuk Layanan Pos AS, kendaraan militer yang tidak dapat digunakan, dan barang-barang yang tertinggal di pos pemeriksaan TSA, seperti 14 pon berbagai macam pisau.

Ketika kedatangan barang elektronik, banyak pengembalian tiba dalam keadaan rusak dan tidak dapat langsung kembali untuk dijual kembali. Liquidity Service memperbarui ratusan TV setiap hari yang dijual dengan harga 60-70 persen dari harga aslinya. Elektronik yang diperbaharui telah mendapatkan popularitas karena backlog rantai pasokan menyebabkan kekurangan barang baru. 

Headphone dan TV peredam bising yang diperbaharui sangat diminati, dan juga barang-barang yang diperbaharui bernilai jutaan dolar, seperti mesin yang digunakan untuk membuat microchip.

“Kami telah melihat perusahaan Fortune 500 mengakses peralatan bekas di pasar kami karena waktu pengiriman lebih singkat dalam ekonomi sirkular daripada menghasilkan barang yang baru diproduksi, meletakkannya di kapal, mengangkut melintasi lautan, ke pelabuhan yang kemungkinan macet untuk enam hingga delapan bulan,” ucap CEO Liquidity Services, Bill Angrick.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
26 hari lalu

Sosok Jeff Bezos, Orang Terkaya Ketiga di Dunia yang Selangkah Lagi Jadi Pemilik Liverpool

29 hari lalu

Jeff Bezos Selangkah Lagi Jadi Pemilik Liverpool, Deal Jumbo Rp105,47 Triliun Makin Dekat

2 bulan lalu

Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

5 bulan lalu

Mulai 1 April 2026, Barang Tak Diurus Kepabeanan Jadi Milik Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal