Bisnis e-Commerce Tak Bisa Terus Andalkan Diskon, Ini Strategi Bertahan Pascapandemi

Jeanny Aipassa
Ilustrasi e-commerce. (Foto: Freepik)

Meski prospeknya bagus, bisnis e-commerce menghadapi tantangan besar, yaitu bagaimana merancang strategi yang tepat agar terus bertumbuh seiring kembali bergairahnya aktivitas perekonomian tanpa batasan jarak. 

Selama ini, pelaku bisnis e-commerce cenderung gencar menggelar diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan. Strategi pemasaran ini memang efektif dalam meningkatkan volume transaksi, tapi mengorbankan margin, bahkan kadang harus merugi. 

Hal inilah yang menjadi bumerang. Belum lama ini, Tech In Asia mengabarkan bahwa ada perusahaan e-commerce regional yang bakal mengurangi pekerjanya, termasuk di Indonesia. Sebagian besar merupakan Startup atau perusahaan rintisan.

Yohanes Lukiman, Senior Vice President dan Head of Business Development Blibli, mengatakan dalam bisnis e-commerce, loyalitas pelanggan terhadap platform cenderung tak cukup kuat. 

Pelanggan cenderung berbelanja di e-Commerce yang memberi diskon paling menguntungkan. Namun tak sedikit bisnis e-Commerce yang mulai ditinggal pelanggan gara-gara tak lagi mengobral diskon. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 hari lalu

706.908 Tiket Kereta Api Terjual pada Libur HUT RI, Promo Diskon 17 Persen Diburu

6 hari lalu

E-Commerce Indonesia Ekspansi Rambah Kawasan Asia Tenggara, Thailand Pasar Pertama

29 hari lalu

MNC Bank Gandeng Prodia, Nasabah Bisa Dapat Diskon Medical Check Up hingga 20%

2 bulan lalu

Kubu Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal