Butuh Banyak Dana, Kementerian Investasi Beberkan Tantangan Pembiayaan Transisi Energi

Iqbal Dwi Purnama
Kementerian Investasi/BKPM menyebut, gap pembiayaan untuk transisi dari energi kotor ke energi bersih cukup besar, setidaknya membutuhkan dana Rp240 triliun. (Foto: Ilustrasi/Antara)

Menurutnya, dengan adanya pengukuran tersebut bakal mempengaruhi kemudahan dalam mendapatkan pembiayaan, dan membuat calon investor yakin hal yang dilakukan efektif atau tidak. 

"Pengukuran itu nanti akan mempengaruhi mahal tidaknya kita mencari uangnya," ucapnya.

Indra mengatakan, transisi pengguna energi bersih bukanlah barang yang murah. Namun, harus segera dipenuhi karena bakal mempengaruhi standar produk Indonesia untuk dijual ke negara luar.

"Kadang kita pingin tanya ke negara luar, kok mahal banget untuk memenuhi standar anda ini, standar internasional, bikinnya saja mahal bangat, itu kan salah satu dampak dari alat pengukuran yang jelas dan meluas," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
18 jam lalu

RI-Singapura Bahas Ekspor Listrik Bersih, Kepri Disiapkan Jadi Hub Industri Teknologi

Nasional
4 hari lalu

Prabowo Dorong Transisi Energi, Targetkan Bangun 100 Gigawatt Pembangkit Tenaga Surya

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Bentuk Satgas Konversi Motor Listrik dan PLTS, Tunjuk Bahlil Jadi Koordinator

Nasional
18 hari lalu

Duh, Investasi Rp1.500 Triliun Batal Masuk RI Imbas Izin Berbelit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal