Butuh Banyak Dana, Kementerian Investasi Beberkan Tantangan Pembiayaan Transisi Energi

Iqbal Dwi Purnama
Kementerian Investasi/BKPM menyebut, gap pembiayaan untuk transisi dari energi kotor ke energi bersih cukup besar, setidaknya membutuhkan dana Rp240 triliun. (Foto: Ilustrasi/Antara)

Menurutnya, dengan adanya pengukuran tersebut bakal mempengaruhi kemudahan dalam mendapatkan pembiayaan, dan membuat calon investor yakin hal yang dilakukan efektif atau tidak. 

"Pengukuran itu nanti akan mempengaruhi mahal tidaknya kita mencari uangnya," ucapnya.

Indra mengatakan, transisi pengguna energi bersih bukanlah barang yang murah. Namun, harus segera dipenuhi karena bakal mempengaruhi standar produk Indonesia untuk dijual ke negara luar.

"Kadang kita pingin tanya ke negara luar, kok mahal banget untuk memenuhi standar anda ini, standar internasional, bikinnya saja mahal bangat, itu kan salah satu dampak dari alat pengukuran yang jelas dan meluas," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
6 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

14 hari lalu

PLN IP Garap Proyek PLTS dan Baterai 60 MWp, Nilai Investasi Tembus Rp3,3 Triliun

1 bulan lalu

PLTS 100 GW Bisa Pangkas 140 Juta Ton CO2, Potensi Pasar Karbon Rp6,31 Triliun

3 bulan lalu

Bus Hidrogen-Diesel Perdana Diluncurkan, Siap Mengaspal di Jalan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal