"Saya tetap percaya pada mitra dan staf firma China tersebut saat kami bekerja sama untuk membangun kembali kepercayaan dengan para pemangku kepentingan," tuturnya.
Evergrande, yang membangun properti di lebih dari 280 kota China dan melebarkan sayap ke sektor bisnis lain, goyah, dan akhirnya dilikuidasi pada bulan Januari.
Pihak berwenang China menuduh Evergrande dan pendirinya, Hui Ka Yan, secara keliru menggelembungkan pendapatan di firma tersebut hingga mencapai 78 miliar dolar AS dan menjatuhkan denda dan larangan kepadanya secara pribadi serta bisnisnya.