SEOUL, iNews.id - Pasar saham Korea Selatan (Korsel) menjadi salah satu yang berkinerja terburuk di Asia selama 12 bulan terakhir. Indeks patokan Kospi yang anjlok 9 persen dan melemahnya won mengakibatkan kekayaan 50 orang terkaya di Korsel turun.
Kekayaan kolektif 50 orang terkaya di negara Kimci tersebut merosot 18 persen menjadi 106 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya sebesar 130 miliar dolar AS. Beberapa di antara miliarder itu, kekayaannya meningkat. Salah satunya, pendiri dan pemilik ekuitas swasta MBK Partners, Michael Kim.
Kim menempati peringkat teratas untuk pertama kalinya. Melalui perusahaan dengan aset yang dikelola lebih dari 26 miliar dolar AS, dia menjadi milarder dengan kenaikan kekayaan terbesar. Kekayaannya melonjak 2 miliar dolar AS dari tahun lalu menjadi 9,7 miliar dolar AS.
Sementara di posisi kedua ditempati pewaris Samsung Jay Y. Lee. Dia yang diangkat menjadi ketua eksekutif Samsung Electronic pada Oktober 2022 lalu berada di posisi runner up selama tiga tahun berturut-turut. Namun kekayaannya tercatat turun menjadi 8 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya sebesar 9,2 miliar dolar AS.
Di posisi ketiga ada pengusaha biofarmasi Seo Jun-jin. Peringkat ketua grup Celltrion ini naik, meski kekayaannya turun menjadi 5,7 miliar dolar AS dari sebelumnya 6,9 miliar dolar AS.
Adapun miliarder Korsel yang paling tajir pada tahun lalu, Kim Beom-su merosot ke peringkat kelima karena kekayaannya berkurang hampir setengahnya menjadi 5 miliar dolar AS. Saham raksasa internetnya, Kakao jatuh setelah kritik terhadap statusnya yang mirip monopoli.
Berikut 10 orang terkaya di Korea Selatan 2023 versi Forbes:
Kekayaan bersih: 9,7 miliar dolar AS atau Rp143,94 triliun
Michael Kim adalah salah satu pendiri MBK Partners, firma ekuitas swasta yang berbasis di Seoul. ING Insurance Korea miliknya, yang go public pada 2017, adalah perusahaan pertama yang dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan ekuitas swasta yang terdaftar di bursa Korea tersebut.
Pada September 2015, perusahaannya mengambil alih operasi Tesco di Korea senilai 6,1 miliar dolar AS, Homeplus, menandai kesepakatan ekuitas swasta terbesar di negara tersebut hingga saat ini.
Kekayaan bersih: 8 miliar dolar AS atau Rp118,7 triliun
Jay Y. Lee memimpin konglomerasi terbesar di negara itu. Dia diangkat menjadi etua keksekutif Samsung Electronics pada Oktober 2022, yang telah dikosongkan sejak kematian ayahnya pada 2020.
Pada 2017 dia dipenjara dan didakwa menyuap orang kepercayaan mantan presiden yang pernah dipenjara, Park Geun-hye, tetapi dibebaskan pada 2018. Pada Januari 2021, melalui persidangan ulang, dia dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara.
Kekayaan bersih: 5,78 miliar dolar AS atau Rp85,77 triliun
Seo Jung-jin adalah salah satu pendiri Celltrion, sebuah perusahaan biofarmasi yang membuat obat untuk mengobati kanker, influenza, dan artritis reumatoid.Dengan kesuksesan biosimilar di Korea Selatan, Celltrion miliknya menjadi favorit di kalangan investor.
Pada Maret 2023, Seo kembali sebagai ketua grup Celltrion miliknya, dua tahun setelah mengundurkan diri dari peran tersebut, dan berjanji untuk melakukan akuisisi besar.
Kekayaan bersih: 5,1 miliar dolar AS atau Rp75,68 triliun
Kwon Hyuk-bin mendirikan Smilegate pada 2002 dan telah membangunnya menjadi salah satu perusahaan game paling sukses di Korea Selatan. Kwon's Smilegate Holdings adalah salah satu pemegang saham terbesar pengembang game seluler Korea, SundayToz.
Melalui Yayasan Smilegate miliknya, Kwon telah mendirikan sekolah di China dan Vietnam, memberikan pendidikan di bidang TI, di antara mata pelajaran lainnya.