"Tentunya juga kita kan ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi. Termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan," tuturnya.
Rosan menyebut, sektor tekstil memiliki karakteristik sebagai industri padat karya yang memiliki peran vital untuk perekonomian daerah.
Karena itu, saat ada perusahaan yang mengalami tekanan keuangan, pemerintah melihat masih ada peluang untuk dilakukan turnaround melalui restrukturisasi menyeluruh, bukan sekadar suntikan modal.
"Kita terbuka untuk menerima, misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi," kata dia.
Dia menyatakan, pendekatan restrukturisasi yang disiapkan tidak hanya menyangkut permodalan, tetapi juga mencakup penjaminan pasar, penyiapan offtaker, perbaikan rantai pasok, hingga efisiensi operasional, sebagaimana pola yang telah diterapkan dalam penataan sejumlah BUMN sebelumnya.