Danantara Tak Kunjung Diresmikan, Bagaimana Dampaknya terhadap Investasi RI?

Suparjo Ramalan
Danantara dinilai memiliki potensi menjadi pilar investasi di Indonesia dan menjadi instrumen utama bagi pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. (Foto: SINDONEWS TV)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah belum juga meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Padahal, lembaga baru yang akan menaungi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini rencananya diluncurkan pada akhir 2024.

Adapun, Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi dasar hukum pendirian Danantara juga belum diterbitkan Presiden Prabowo Subianto.

Keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan mendasar, apakah akan berdampak buruk bagi investasi dan makro ekonomi nasional? 

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai, Danantara memiliki potensi menjadi pilar investasi di Tanah Air. Bahkan, menjadi instrumen utama bagi pertumbuhan ekonomi di level 8 persen, seperti yang ditargetkan pemerintah.

Meski tidak menjelaskan secara gamblang akan ada dampak negatif bagi investasi dan perekonomian imbas keterlambatan peresmian Danantara, Huda memandang Indonesia memerlukan alat baru untuk memasifkan investasi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
22 jam lalu

Danantara Pangkas Perusahaan BUMN Besar-besaran, Target Sisa 200 dari 1.046

1 hari lalu

Wantimpres Diisi Tokoh Berpengalaman, Pratikno: Kami Siap Beri Masukan ke Presiden

1 hari lalu

Tak Hadiri Pelantikan, Jonan dan Jacky Manuputty Tetap Jadi Anggota Wantimpres

1 hari lalu

Arahan Prabowo ke Kepala Bakom Syahganda: Komunikasi Harus Jadi Persatuan Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal