Danantara Tak Kunjung Diresmikan, Bagaimana Dampaknya terhadap Investasi RI?

Suparjo Ramalan
Danantara dinilai memiliki potensi menjadi pilar investasi di Indonesia dan menjadi instrumen utama bagi pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. (Foto: SINDONEWS TV)

Artinya, otoritas tidak melulu mengandalkan konsumsi rumah tangga untuk mengerek naik makro ekonomi di angka 8 persen. 

"Tidak bisa mengandalkan konsumsi rumah tangga, kita perlu sumber baru, salah satunya investasi. Dengan investasi yang dikelola secara efektif, kita bisa melihat peningkatan ekonomi yang signifikan,” ucap Huda dikutip, Selasa (14/1/2025).

Dia menilai, Danantara diperlukan karena aset BUMN belum dimanfaatkan secara optimal. Huda berharap, melalui tangan dingin Danantara pengelolaan investasi lebih profesional dan terarah. 

“Jika dikelola oleh Danantara, diharapkan akan ada pengelolaan yang lebih profesional dan terarah, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.

"Dengan model pengelolaan yang profesional, Danantara diharapkan dapat mengurangi risiko intervensi dan menciptakan lingkungan yang lebih stabil untuk investasi," tuturnya. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Danantara Pangkas Perusahaan BUMN Besar-besaran, Target Sisa 200 dari 1.046

2 hari lalu

Wantimpres Diisi Tokoh Berpengalaman, Pratikno: Kami Siap Beri Masukan ke Presiden

2 hari lalu

Tak Hadiri Pelantikan, Jonan dan Jacky Manuputty Tetap Jadi Anggota Wantimpres

2 hari lalu

Arahan Prabowo ke Kepala Bakom Syahganda: Komunikasi Harus Jadi Persatuan Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal