Data Pelanggan Bocor, British Airways Didenda Rp380 Miliar

Djairan
Maskapai penerbangan utama Inggris, British Airways dijatuhi sanksi denda oleh Kantor Komisaris Informasi (ICO) sebesar 20 juta pound sterling (Rp380 miliar). (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Maskapai penerbangan utama Inggris, British Airways dijatuhi sanksi denda oleh Kantor Komisaris Informasi (ICO) sebesar 20 juta pound sterling (Rp380 miliar). Pasalnya, perusahaan itu gagal melindungi data lebih dari 400.000 pelanggan yang menjadi subjek serangan dunia maya.

Insiden peretasan itu terjadi pada 2018 silam, di mana data pribadi pelanggan dicuri termasuk informasi kartu kredit hingga rincian pemesanan perjalanan. ICO mengatakan, maskapai seharusnya dapat segera mengidentifikasi kelemahan dalam keamanannya, dan segera melakukan langkah darurat yang bisa mencegah pelanggaran data.

"Kegagalan dan kelalaian British Airways untuk bertindak cepat tidak dapat diterima, dan telah mempengaruhi keamanan data ratusan ribu orang, yang mungkin menyebabkan kecemasan dan gangguan sebagai akibatnya," ujar juru bicara ICO dikutip dari Reuters, Sabtu (17/10/2020).

Denda itu jauh lebih kecil dari 183,4 juta pound sterling yang diusulkan ICO 2019 lalu. ICO mengatakan, pihaknya mempertimbangkan kondisi British Airways yang tengah menghadapi krisis akibat Covid-19, yang telah menjungkirbalikkan industri penerbangan. Namun, itu masih merupakan penalti terbesar yang pernah dikenakan ICO hingga saat ini.

British Airways mengatakan, pihaknya segera memberitahu pelanggan setelah mengetahui peretasan itu. Namun, saat mengumumkan denda, ICO menyebut maskapai tidak segera mendeteksi serangan pada 22 Juni 2018, justru diberitahu oleh pihak ketiga lebih dari dua bulan kemudian, pada 5 September 2018.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 

57 tahun lalu

Rupiah Anjlok, Maskapai Penerbangan Masuk Survival Mode hingga Pangkas Rute Tak Efisien

57 tahun lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Meroket, Ongkos Maskapai Haji Ikut Terdampak?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal