Para petani dan pemuda setempat pun tampak antusias dalam berdiskusi. Dicky menilai, hal itu terjadi karena para relawan menggunakan bahasa yang santai saat berdiskusi.
Salah satu petani cabai, Iwan Setiadi mengapresiasi digelarnya diskusi oleh para relawan. Iwan yang baru menggeluti pertanian cabai selama dua tahun ini mengaku, diskusi tersebut menambah wawasannya perihal tantangan di dunia pertanian cabai saat ini.
“Jadi tahu permasalahan petani ini soal kondisi pupuk langka, digital marketingnya. Sudah dijelaskan secara detail. Saya sebagai petani yang juga pemuda milenial, dengan adanya sosialisasi ini bermanfaat untuk (tahu) berproses ke depannya nanti bagaimana," kata Iwan.