Daya Beli Masyarakat Melambat Hanya Mitos?

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi (Foto: Yudistiro Pranoto/iNews.id)

Perubahan itu tentunya berpangaruh terhadap kinerja ritel yang hanya fokus pada penjualan di outlet dan menanti kunjungan konsumen untuk membeli produk. Selain pergeseran pola konsumsi, masyarakat juga memang enggan mengeluarkan dana hanya membelanjakan produk saja.

Pergeseran ini salah satunya dapat terlihat dari meningkatnya aktivitas pariwisata di Tanah Air. Tingginya aktivitas tersebut, mendorong wilayah-wilayah lain untuk mengembangkan bisnis wisata agar mendulang untung yang besar.  

Biasanya, konsumen yang gemar berwisata ini mengumpulkan uang dalam jumlah besar selama periode yang cukup lama. Setelah terkumpul, uang tersebut digunakan untuk mengunjungi tempat wisata yang telah direncakanan. Uang dengan jumlah besar itu pun habis hanya dalam hitungan satu sampai tiga hari saja.

Danu juga memperkirakan, saat ini masyarakat hanya menunggu momentum untuk mengeluarkan dana dalam jumlah besar. Biasanya, hal ini dilakukan karena produk yang akan dibeli harganya sangat mahal.

“Ada yang memilih menabung dulu atau banyak juga yang memilih berutang," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Partai Perindo Soroti Arah Pembangunan Jakarta Jelang HUT ke-500

57 tahun lalu

BNPP Terjun Langsung ke Perbatasan RI-Timor Leste, Telusuri Jalur Ilegal di Belu 

57 tahun lalu

Pemerintah Kucurkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun di Semester II 2026, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diproyeksi Menguat, Purbaya: Kita Sudah Lewati Masa Ujian Itu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal