Daya Beli Masyarakat Melambat Hanya Mitos?

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi (Foto: Yudistiro Pranoto/iNews.id)

JAKARTA, iNews.idDaya beli masyarakat Indonesia dikabarkan tengah melambat menyusul kinerja ritel yang lesu. Hal itu juga ditandai dengan tutupnya outlet-outlet ritel akibat makin sepinya konsumen yang datang.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga kuartal III 2017 tumbuh hanya sebesar 4,93%, turun 0,02% dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 4,95%. Perencana Keuangan dari QM Financial, Yasmeen Danu justru memiliki pandangan berbeda terkait banyaknya anggapan soal konsumsi rumah tangga yang anjlok.

Dia menyatakan, daya beli masyarakat tetap tumbuh meski tidak meningkat secara signifikan. Pertumbuhan daya beli dinilai tidak bisa dibandingkan berdasarkan kinerja ritel. Pasalnya, tren transaksi jual-beli sudah mengalami perubahan yang cukup pesat.

“Menurut saya daya beli baik-baik saja, karena orang bisa memilih bermacam cara untuk memenuhi kebutuhan mereka,” katanya kepada iNews.id, Minggu (12/11/2017).

Berkembangnya ekonomi digital melalui e-commerce menjadi salah satu indikator utama perubahan pola konsumsi masyarakat. Saat ini, masyarakat lebih memilih untuk membeli atau memanfaatkan produk dan jasa secara online.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Partai Perindo Soroti Arah Pembangunan Jakarta Jelang HUT ke-500

57 tahun lalu

BNPP Terjun Langsung ke Perbatasan RI-Timor Leste, Telusuri Jalur Ilegal di Belu 

57 tahun lalu

Pemerintah Kucurkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun di Semester II 2026, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diproyeksi Menguat, Purbaya: Kita Sudah Lewati Masa Ujian Itu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal