Defisit Transaksi Berjalan Migas 2021 Diperkirakan Naik  

Oktiani Endarwati
Informasi Energi Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan defisit transaksi berjalan migas cenderung naik pada 2021. (Foto: Sindonews)

"Untuk investasi sendiri, perusahaan migas akan cenderung wait and see menahan mengembangkan portofolio investasinya," kata Deon. 

Di sisi lain, beberapa perusahaan migas swasta di Indonesia telah mengumumkan rencana investasi ke sektor energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, perlu dorongan lebih agar laju investasi dapat terakselerasi. 

"Tren perusahaan migas internasional mulai bergerak ke energi baru terbarukan. Untuk mendorong mereka lebih berkecimpung di EBT, mungkin perlu menciptakan ekosistem yang mendukung investasi di EBT itu sendiri," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
22 jam lalu

Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat, Berlaku Mulai 28 Juli

31 hari lalu

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik, Tekan Lonjakan Harga

1 bulan lalu

Bahlil bakal Hidupkan Lagi Program Kompor Listrik, Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar

2 bulan lalu

Kejar Produksi Energi, Bahlil Tawarkan 118 Wilayah Kerja Migas Baru ke Investor 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal