Defisit Transaksi Berjalan Migas 2021 Diperkirakan Naik  

Oktiani Endarwati
Informasi Energi Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan defisit transaksi berjalan migas cenderung naik pada 2021. (Foto: Sindonews)

"Untuk investasi sendiri, perusahaan migas akan cenderung wait and see menahan mengembangkan portofolio investasinya," kata Deon. 

Di sisi lain, beberapa perusahaan migas swasta di Indonesia telah mengumumkan rencana investasi ke sektor energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, perlu dorongan lebih agar laju investasi dapat terakselerasi. 

"Tren perusahaan migas internasional mulai bergerak ke energi baru terbarukan. Untuk mendorong mereka lebih berkecimpung di EBT, mungkin perlu menciptakan ekosistem yang mendukung investasi di EBT itu sendiri," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kecelakaan Truk Tangki LPG Tabrak Pembatas Jalan Tol Jagorawi, Sopir Diduga Microsleep

13 hari lalu

Pertamina Percepat Produksi Migas, Dukung Kemandirian Energi Nasional

13 hari lalu

Prabowo Minta DEN Genjot E20 hingga E50, 45.000 Sumur Minyak Ikut Dioptimalkan

2 bulan lalu

Kabar Baik! Harga LPG Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Turun Lagi, Cek Rinciannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal