Dikuasai Produk Impor, Industri Tekstil RI di Ujung Tanduk

Suparjo Ramalan
APSyFI mencatat, produk tekstil impor menguasai 70 persen market di Tanah Air dan membuat kinerja industri tekstil lokal tertekan dan terus merugi. (Foto: SINDOnews)

Memburuknya industri tekstil dan padat karya di Tanah Air, lanjut Redma, lantaran inti permasalahannya belum disentuh oleh pemerintah. Pokok persoalan berupa dominasi atau membanjirnya produk impor di pasaran. 

Menurutnya, dua bulan pertama tahun ini kinerja industri tekstil masih sama dengan dua tahun sebelumnya. Di mana, sejumlah perusahaan tidak membukukan pertumbuhan yang baik, justru mencatatkan kinerja negatif. 

“Kalau 2023 kemarin juga pertumbuhannya negatif, ekspor negatif, penjualan di dalam negeri juga negatif. Sebetulnya, konsumsinya sih tidak negatif, konsumsinya tetap ada pertumbuhan, kami perkirakan pertumbuhan dibandingkan 2022 konsumsi lebih dari 3-4 persen, pertumbuhan konsumsi ya,” ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pelamar Lowongan Kerja Padat Karya Pemprov DKI Membeludak, Tembus 100.000 Orang!

57 tahun lalu

Pemprov Jakarta Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Pramono Jamin Bebas Ordal

57 tahun lalu

Siap-Siap! 2.843 Loker Padat Karya Gaji UMP Jakarta Segera Dibuka, Ini Syaratnya

57 tahun lalu

Pramono Ungkap 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek Bantalan Sosial Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal