Dirut Pupuk Indonesia Ngeluh soal Penyaluran Pupuk Subsidi: Ruwet Sekali!

Atikah Umiyani
ilustrasi pupuk subsidi (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

"Nah karena overly regulated ini banyak sekali regulatory cost misalnya, contohnya dari sisi rumitnya penagihan pupuk subsidi itu mengakibatkan biaya bunga yang tidak kecil. Kalau kita hitung, secara harian, ini berbicara yang bukan yang kurang tagih. Artinya HPP yang lebih tinggi dibandingkan yang diberikan, ini yang regular saja," ucap Rahmad. 

Tak cuma itu, ia menyoroti adanya peraturan di Permendag yang mewajibkan pihaknya menyetok sebanyak 1,7 juta ton pupuk di setiap kabupaten. Ia memberi contoh di Kabupaten Kerawang, meskipun ada pabrik Pupuk Indonesia tetapi pihaknya tetap harus memiliki stok. 

"Sama halnya dengan di Gresik, di Kabupaten Gresik, Bojonegoro, Lampung, Tuban, kemudian Sidoarjo. Kita punya pabrik di Gresik yang besar sekali. Kita harus punya gudang di sana. Akibatnya kita ini memaintain stok sebesar 1,7 juta ton untuk memenuhi regulatory compliance tadi. Biayanya itu Rp9 triliun. Nah, ini tercantum di sini berapa besar stok yang harus kita maintain," ujarnya.

Meski begitu, ia berjanji Pupuk Indonesia akan terus menyalurkan supaya tidak ada gangguan di level petani. Ia hanya mendorong pemerintah memperbaiki tata kelola penyaluran pupuk subsidi menjadi lebih baik.

"Saya mendukung ada perbaikan yang sifatnya dirombak atau dipermudah. Gimana petani bisa menebus pupuk dengan mudah bagaimana susbidi BBM," kata Rahmad.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
17 hari lalu

Perpres Baru Tata Kelola Timah Terbit, Biaya Produksi Tambang Kini Diatur Lebih Jelas

1 bulan lalu

PA GMNI Soroti Ketimpangan Pusat-Daerah, Minta Pemerintah Evaluasi Tata Kelola Negara

2 bulan lalu

BPK Ingatkan WTP Bukan Garis Akhir: Fondasi Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan

2 bulan lalu

Komisi IX DPR Minta Sudaryono Percepat Pembenahan Tata Kelola MBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal