Dolar AS Melemah 1,17 Persen Imbas Kontraksi Industri Jasa

Jeanny Aipassa
Dolar AS ditutup melemah terhadap 6 mata uang dunia, pada perdagangan Jumat (6/1/2023). (Foto: dok iNews)

NEW YORK, iNews.id - Dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah imbas laporan kontraksi yang dialami industri jasa pada Desember 2022. Kontraksi tersebut menjadi yang pertama kalinya dalam 2,5 tahun terakhir.  

Mengutip Reuters, dolar AS turun 1,17 persen terhadap enam mata uang utama lainnya terutama euro dan yen, pada penutupan perdagangan Jumat (6/1/2023) waktu setempat atau Sabtu (7/1/2023) dini hari WIB. 

Euro naik 1,19 persen menjadi 1,0645 dolar AS dan berada di jalur untuk persentase kenaikan harian terbesar sejak 11 November 2022. Dolar AS turun 1,03 persen terhadap yen Jepang menjadi 132,07.

Greenback memperpanjang kerugian setelah Institute for Supply Management (ISM) melaporkan Purchasing Managers Index (PMI) non-manufaktur turun menjadi 49,6 pada Desember 2022 dari 56,5 pada November 2022.

Ini adalah pertama kalinya sejak Mei 2020 PMI industri jasa turun di bawah ambang batas 50, yang menunjukkan kontraksi di sektor yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
13 jam lalu

Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 116 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

Nasional
7 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS

Makro
20 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Keuangan
21 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal