Erdogan Pastikan Uber Tak Bisa Lagi Berbisnis di Turki

Rahmat Fiansyah
ilustrasi. (Foto: CNBC)

Uber belum merespons pernyataan orang nomor satu di Turki. Sebelumnya, perusahaan tersebut mengaku siap mengikuti aturan yang berlaku untuk meningkatkan sistem transportasi di Turki sekaligus siap menjadi mitra negara tersebut untuk jangka panjang.

Di Turki, Uber mengklaim memiliki sekitar 2.000 mitra pengemudi taksi yang menggunakan aplikasinya untuk mencari pelanggan dan 5.000 mitranya yang memakai layanan UberXL yang menyediakan mobil dengan ukuran lebih besar.

Uber baru beroperasi di Istanbul, kota yang memiliki penduduk seperlima dari total penduduk Turki yang mencapai 81 juta jiwa. Rencananya, perusahaan yang didirikan oleh Travis Kalanick itu ingin memperluas operasinya di Bodrum dan Cesme. Namun, Uber menolak mengumumkan jumlah penggunanya di Turki.

Pada awal tahun, sekelompok supir taksi konvensional Istanbul mengajukan gugatan ke pengadilan untuk menghentikan operasi Uber yang dinilai mereka ilegal. Sejumlah laporan menyebut, kendaraan, pengemudi, dan konsumen Uber diancam hingga mendapat perlakuan kekerasan dari supir taksi kuning.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Internasional
14 hari lalu

Pesawat Jet Pribadi Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Ini Dugaan Penyebabnya

Internasional
14 hari lalu

Pesawat Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Semua Penumpang Tewas

Nasional
19 hari lalu

Bagja Putra Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di Turki usai Bacakan Syair Cinta untuk Rasulullah

Internasional
1 bulan lalu

Heboh Skandal Judi Sepak Bola Turki, 29 Pemain Diburu Polisi termasuk Klub Galatasaray

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal