ISTANBUL, iNews.id - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memastikan Uber tidak bisa lagi berbisnis di negaranya, menyusul tekanan dari para supir taksi di Istanbul.
Dilansir Reuters, sekitar 17.400 supir taksi di kota terbesar di Turki tersebut menyatakan, layanan perusahaan aplikasi berbasis taksi tersebut ilegal sehingga harus dilarang. Penolakan yang disuarakan mereka terus dilakukan sejak Uber masuk ke Turki pada 2014 silam.
“Sesuatu yang disebut Uber muncul. Bisnis itu sekarang sudah selesai. Tidak akan ada lagi,” kata Erdogan dalam pidatonya di Istanbul, dikutip Minggu (3/6/2018).
Pernyataan Erdogan tersebut keluar setelah pemerintah mengeluarkan peraturan baru yang memperketat izin transportasi, termasuk pengemudi. Aturan tersebut akan mempersulit pengemudi yang bergabung dengan Uber diserta sanksi ancaman tidak bisa memperoleh izin selama dua tahun.
“Kita memiliki sistem taksi sendiri. Dari mana ini (Uber) berasal? Ini biasa digunakan di Eropa, saya tidak peduli tentang itu. Kita menentukan nasib kita sendiri,” ujar Erdogan.