Menteri BUMN Erick Thohir dalam peluncuran 5G Mining di wilayah Tambang Grasberg, Mimika, Papua, Kamis (1/9/2022). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Suparjo Ramalan

JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan program transformasi untuk sejumlah sektor industri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beberapa bidang usaha yang dimaksud di antaranya perbankan, telekomunikasi, pangan, dan perbankan. 

Erick mencatat transformasi tersebut terkain dengan penataan sumber daya manusia (SDM), model bisnis, hingga penerapan digitalisasi dan inovasi pada perusahaan pelat merah di bidang usaha tersebut. 

"Bahwa transformasi BUMN harus terus dilakukan, tidak lain kita terus memfokuskan pada beberapa hal, satu transformasi sumber daya manusia, kedua transformasi pada bisnis model, dan terakhir transformasi mengenai inovasi," ujar Erick dalam peluncuran 5G Mining di wilayah Tambang Grasberg, Mimika, Papua, Kamis (1/9/2022). 

Erick menambahkan, sesuai arahan Jokowi, transformasi BUMN di sektor perbankan, telekomunikasi, pangan, dan pertambangan dinilai penting untuk diperbaharui. Pasalnya, sektor tersebut erat kaitannya dengan dinamika pasar global. 

"Apalagi Bapak (Jokowi) selalu bilang juga bahwa dunia saat ini sedang bergejolak dan ini kita harus beradaptasi sebagai bangsa. Tidak lain kami di kementerian BUMN memfokuskan daripada beberapa grouping daripada yang ada di BUMN," kata dia. 

Untuk perbankan, Erick memastikan akan terus memaksimalkan peran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sektor ini dinilai penting lantaran mendorong pembiayaan bagi pelaku UMKM

Usaha mikro sendiri berperan besar bagi perekonomian Indonesia. Karena itu, Erick menargetkan hingga akhir 2022 perbankan BUMN akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp386 triliun. Melalui pembiayaan tersebut, dia optimistis UMKM bisa naik kelas.

"Pertama Himbara, yang kita ketahui bahwa Himbara menjadi dorongan bagi UMKM di segi pembiayaan," ucapnya. 

Untuk sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dituntut mampu menjawab dan menghadapi era disrupsi  digitalisasi melalui lini bisnis perusahaan. Langkah ini dilakukan lantaran ekonomi digitalisasi dalam negeri diperkirakan naik hingga Rp4.800 triliun pada 2030. 

Sementara industri pangan, Erick sebelumnya mengakui bahwa teknologi dan inovasi pangan di Indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga. Di mana, negara lain telah menghasilkan produk pangan lebih baik dari Indonesia.

Dia menyampaikan, ekosistem dan market pangan dalam negeri akan semakin tertinggal, bila Indonesia tidak memperbaiki ekosistem hingga peta jalannya (roadmap). Akan tetapi, dia tidak pesimistik terhadap kondisi tersebut. Dia meyakini Holding BUMN Pangan atau ID FOOD akan mempekuat ekosistem pangan di Tanah Air.

"Industri pangan, bagaimana Pangan tidak hanya menjadi swasembada, tapi juga menjadi alternatif seperti yang Bapak (Jokowi) dorong daripada industri gula menjadi etanol," ucapnya.

Terkait pertambangan, dia meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) mengikuti jejak industri pertambangan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, China, dan Eropa. Jejak tersebut terkait dengan pemanfaatan teknologi terbarukan untuk operasional pertambangan. 

Erick mencatat dengan pemanfaatan teknologi 5G untuk operasional perusahaan, sejumlah industri pertambangan di beberapa negara berhasil meningkatkan produktivitasnya hingga 25 persen. Bahkan, biaya operasional berupa pengeboran mampu ditekan hingga 40 persen. Sementara, penghematan energi mencapai 20 persen. 

"5G mining ini sudah berjalan di Amerika, Swedia, Tiongkok, dan Rusia. Di mana hasil bisa meningkatkan produktivitas meningkat sampai 25 persen. Lalu, biaya operasional, itu pengeboran khususnya, bisa turun sampai 40 persen. Dan tentu penghematan energi sebesar 20 persen," tuturnya.



Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT