Erick Thohir Buka Opsi Merger Garuda, Citilink dan Pelita Air, Apa Alasannya?

Suparjo Ramalan
Erick Thohir Buka Opsi Merger Garuda, Citilink dan Pelita Air, Apa Alasannya?

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membuka opsi merger BUMN maskapai penerbangan. Hal ini merespons kurangnya kebutuhan 200 pesawat di dalam negeri.

Perhitungan itu diperoleh dari perbandingan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Di Amerika Serikat, kata Erick, terdapat 7.200 pesawat yang melayani rute domestik.

Di mana terdapat 300 juta populasi yang rata-rata pendapatan per kapita (GDP) mencapai 40.000 dolar AS. Sedangkan, di Indonesia terdapat 280 juta penduduk yang memiliki GDP 4.700 dolar AS.

Dengan jumlah itu, berarti Indonesia membutuhkan 729 pesawat. Padahal sekarang, Indonesia baru memiliki 550 pesawat.

"Jadi perkara logistik kita belum sesuai," ucap  Erick di Tokyo, Jepang, Selasa (22/8/2023). 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Asian Games 2026 Jepang Makin Dekat, Erick Thohir Sebut Indonesia Tak Bisa Santai

57 tahun lalu

Argentina Tak Lagi Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday 2026, PSSI Siapkan Opsi Baru

57 tahun lalu

Heboh Kasus Pelecehan Seksual Atlet Menembak 15 Tahun, Erick Thohir Turun Tangan

57 tahun lalu

Menpora Tegas Larang Praktik Bajak Atlet jelang PON 2028

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal