Negara Eropa bergerak cepat untuk melakukan persiapan menghadapi krisis energi pada musim dingin mendatang. (Foto: Reuters)
Aditya Pratama

BERLIN, iNews.id - Negara Eropa bergerak cepat untuk melakukan persiapan menghadapi krisis energi pada musim dingin mendatang. Hal ini dilakukan setelah berkurangnya aliran gas dari Rusia di tengah perang Ukraina.

Mengutip Reuters, Jerman mendesak untuk mengamankan kontrak gas alam cair dengan produsen Teluk dan negara-negara Eropa lainnya. Berlin menyampaikan rencana kerja sama LNG dengan Uni Emirat Arab untuk memasok terminal yang sedang dibangun setelah pipa gas Nord Stream 1 ditutup.

Sementara, Spanyol, Prancis, dan negara lainnya menguraikan rencana darurat untuk mencoba menghindari pemadaman listrik.

"Jika semuanya berjalan dengan baik, penghematan di Jerman tinggi dan kami memiliki sedikit keberuntungan dengan cuaca, kami memiliki kesempatan untuk melewati musim dingin dengan nyaman," ujar Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck dikutip, Selasa (20/9/2022).

Penurunan tajam pasokan dari Rusia membuat pemerintah bergerak cepat untuk menemukan sumber energi alternatif dan telah memicu kekhawatiran kemungkinan pemadaman listrik dan resesi.

RWE Jerman menyampaikan, pihaknya saat ini tengah membahas kerja sama pengiriman LNG dengan Qatar sebelum kunjungan yang direncanakan oleh Kanselir Olaf Scholz ke Teluk. Jerman juga dapat mengandalkan gas yang mengalir dari Prancis mulai sekitar 10 Oktober. 

Meskipun pengiriman melalui Nord Stream 1 telah dihentikan, aliran gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina, meskipun jauh berkurang.

Sementara itu, di Prancis, Kepala CRE Emmanuelle Wargon mengatakan, jika perlombaan kelompok energi EDF untuk memperbaiki reaktor nuklir yang terkena korosi mengalami penundaan, tindakan luar biasa musim dingin ini dapat mencakup pemadaman listrik lokal. 

"Tapi tidak akan ada pemotongan gas untuk rumah tangga. Tidak akan pernah," ucapnya.

Menteri Perindustrian Spanyol, Reyes Maroto menyampaikan, pihaknya mewajibkan perusahaan padat energi untuk tutup selama puncak konsumsi di musim dingin jika diperlukan.

"Perusahaan akan diberi kompensasi finansial," kata dia. 

Sementara, pemerintah Finlandia diperingatkan oleh operator jaringan nasional Fingrid bahwa mereka harus siap untuk pemadaman listrik. Peringatan tersebut mencerminkan gangguan yang terjadi di benua biru.

Pemerintah Portugal terang-terangan menyebut negaranya mengalami masalah energi, seperti tidak tersedianya volume gas yang direncanakan. Selain itu, pemerintah tengah berupaya mendiversifikasi pasokannya untuk meningkatkan ketahanan energi.

"Portugal telah mempersiapkan, seperti semua Eropa, untuk apa yang akan menjadi musim dingin yang sulit," ujar Menteri Lingkungan dan Energi Portugal, Duarte Cordeiro.



Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT