Fantastis, Bahlil Sebut Potensi Hilirisasi RI Bisa Raup Rp8.290 Triliun hingga 2035

Ikhsan Permana SP
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok. Kementerian Investasi)

Salah satu bukti dari keberhasilan kebijakan hilirisasi menurut Bahlil adalah yang terjadi pada hilirisasi nikel. Di mana pada tahun 2017 hingga 2018, nilai tambah dari sektor nikel hanya mencapai 3,3 miliar dolar AS. 

Namun, setelah adanya pelarangan ekspor bijih nikel dan dilakukan hilirisasi, maka nilai tambahnya meningkat hingga 20,9 miliar dolar AS. Sehingga, ke depan pemerintah berencana untuk melarang ekspor beberapa komoditas lain seperti bauksit dan timah.

"Artinya ini adalah sebuah prospek, jadi mohon maaf kita sekarang sudah melarang beberapa komoditas kita yang kita ekspor termasuk nikel, tahun ini bauksit. Ke depan kita akan larang lagi timah, kalau ini kita mampu lakukan maka kita mampu ciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 jam lalu

APBN Semester I 2026 Defisit, Purbaya Tegaskan Fiskal Tetap Terjaga

4 jam lalu

Bahlil Buka Suara soal Kopdes Kelola Tambang: Harus Memenuhi Syarat

5 jam lalu

Bahlil Buka Peluang Turunkan Harga Pertamax Cs: Kita Sudah Minta ke Badan Usaha

4 hari lalu

Siap-Siap! Proyek Blok Masela bakal Serap 12.000 Tenaga Kerja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal