Hadapi Brexit, Produsen Mobil Inggris Siap Rogoh Kocek Rp13,7 Triliun

Djairan
Perusahaan pembuat mobil di Inggris menggelontrokan hingga 735 juta pound (Rp13,7 triliun) untuk bersiap menghadapi Brexit. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Perusahaan pembuat mobil di Inggris menggelontrokan hingga 735 juta pound (Rp13,7 triliun) untuk bersiap menghadapi Brexit yang tampaknya berujung tanpa kesepakatan. Perusahaan memprediksi kerugian berujung bangkrut jika negosiator Inggris tidak kunjung menyepakati perdagangan dengan Uni Eropa (UE).

Diketahui masa transisi Brexit, di mana Inggris tetap mengikuti aturan perdagangan UE, akan berakhir pada 31 Desember. Dengan kurang dari delapan minggu tersisa, Asosiasi Produsen dan Pedagang Motor Inggris (SMMT) mengatakan, pembuat mobil di Inggris butuh dana banyak untuk mempersiapkan regulasi baru bea cukai dan penyimpanan suku cadang.

SMMT mengatakan, keluar dari aturan UE tanpa kesepakatan dagang dapat merugikan sektor tersebut hingga 47 miliar pound (Rp875 triliun) pada perdagangan mobil dan van dalam lima tahun ke depan. SMMT telah mengajukan permintaan kepada negosiator, termasuk masa tenggang satu tahun untuk menyelesaikan kesepakatan dengan pemasok.

“Kesepakatan yang gagal tercapai akan menghancurkan pekerjaan dan mengerem perdagangan kami, semua ini di bawah ambisi Inggris untuk menjadi produsen dan pasar terkemuka dunia," ujar CEO SMMT, Mike Hawes dikutip dari Bloomberg Selasa (10/11/2020).

Pada 2019, lebih dari 80 persen dari 1,3 juta mobil yang dibuat di Inggris diekspor, di mana UE menyerap hingga 55 persen dari ekspor tersebut. Inggris juga merupakan importir utama mobil, dengan lebih dari 85 persen dari 2,3 juta mobil yang dibuat di luar negeri terjual di negara itu tahun lalu.

Pembuat mobil dan pemasok di Inggris telah menghabiskan banyak uang untuk menyelamatkan suku cadang dan mempekerjakan agen bea cukai guna menangani regulasi perdagangan baru yang akan segera muncul pada 1 Januari 2021. Jaringan gabungan antar perusahaan juga penting guna melindungi rantai pasokan industri.   

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

Fadly Faisal Akhirnya Buka Suara soal Kaos Motif Bra yang Viral: Seru-seruan Doang!

57 tahun lalu

8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal